Satu Abad Rumah Sakit Charitas: Gubernur Herman Deru Canangkan “Sumsel Health Tourism 2026”
PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA – Perjalanan satu abad (100 tahun) pelayanan Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) di Indonesia resmi mencapai puncaknya. Momentum bersejarah yang berpusat di Ballroom Charitas Pusat, Palembang, Kamis (9/7/2026) malam, ditandai dengan komitmen besar untuk membawa sektor pelayanan kesehatan Sumatera Selatan ke kancah internasional.
Hadir langsung dalam perayaan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas eksistensi seabad Charitas Hospital yang dinilai telah menjadi aset berharga dan milik seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan, tanpa memandang suku, latar belakang, maupun agama.
Kontribusi Nyata dan Penghargaan Tertinggi dari Pemprov Sumsel
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang tak terputus sejak tahun 1926, Gubernur Herman Deru menyerahkan piagam penghargaan setinggi-tingginya kepada manajemen dan seluruh sumber daya manusia (SDM) Kongregasi FCh serta Charitas Hospital. “Seratus tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Ini membuktikan pelayanan RS Charitas mampu terus beradaptasi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Meski manajemen, suster, dan dokternya silih berganti, Charitas selalu meninggalkan jejak pelayanan yang baik, bersih, ramah, dan cepat tanggap. Khususnya di Palembang hingga OKU Timur,” ujar Herman Deru.
Gubernur mengakui bahwa pemerintah daerah sangat terbantu oleh kehadiran Charitas yang konsisten meningkatkan kualitas infrastruktur serta keahlian medisnya demi melayani warga Bumi Sriwijaya.
Siap Sukseskan “Sumsel Health Tourism 2026”
Melihat kesiapan yang matang dari Charitas Hospital, dalam kesempatan tersebut Gubernur Herman Deru secara resmi mengumumkan rencana strategis provinsi di bidang penyehatan dan pariwisata. “Atas izin dari Kementerian terkait, saya berani mencanangkan ‘Sumsel Health Tourism 2026’. Salah satu alasan utamanya karena kita memiliki fasilitas kesehatan yang sudah sangat siap seperti Charitas. Mari bersama-sama kita gaungkan dan yakinkan masyarakat Sumatera Selatan bahwa berobat di daerah sendiri kualitasnya tidak kalah bersaing dengan negara tetangga,” tegas Gubernur.

Bertransformasi, Merangkul Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri
Pemimpin Umum Kongregasi Suster FCh, Sr. M. Patricia, FCh, menegaskan bahwa usia satu abad bukanlah titik akhir, melainkan batu loncatan menuju masa depan yang baru. Guna menjawab tantangan zaman, Charitas berkomitmen melahirkan kreativitas baru dalam pelayanan publik dengan mengintegrasikan teknologi modern. “Sembari membawa warisan nilai luhur pendiri, kami ditantang untuk melangkah maju secara inovatif dan dinamis. Kita mau menatap masa depan dengan merangkul teknologi, namun dengan hati yang tetap penuh empati agar menjadi oase yang relevan bagi generasi mendatang,” ungkap Sr. M. Patricia.
Sementara itu, Anggota Dewan Pemimpin Umum FCh, Sr. M. Carolisa, FCh, menambahkan bahwa dari markas pusatnya di Palembang, misi kemanusiaan dan pelayanan sosial-keagamaan Charitas kini telah melebar luas hingga ke 4 benua, 4 negara, dengan total 39 komunitas. Selain berfokus pada rumah sakit, Charitas juga mengelola sekolah, panti asuhan, panti jompo, penitipan anak, hingga shelter perlindungan bagi perempuan korban kekerasan.

Rangkaian Perayaan Megah
Puncak perayaan 100 tahun ini diawali dengan Misa Agung Syukur khidmat pada sore hari yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, serta dihadiri ratusan biarawati, para imam, dan perwakilan umat. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, turut hadir memberikan ucapan selamat secara langsung.
Acara malam harinya berlangsung meriah dan ditutup dengan ramah tamah serta pementasan drama musikal megah berjudul “Berakar dan Berbuah”. Drama tersebut secara apik mengisahkan ziarah panjang, tantangan, dan kerja keras para Suster Charitas dari masa ke masa dalam merajut pelayanan kasih di tanah Sumatera hingga berkembang pesat seperti sekarang.(daris)




