Bukan Sekadar Piala, 84 Duta Sumsel Bawa Misi Kerukunan ke Pesparawi Nasional di Manokwari
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi melepas keberangkatan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi Sumsel. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Deva Octavianus Coriza, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Selatan di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumsel pada Senin (15/06/2026).
Fokus utama dalam pelepasan tahun ini tertuju pada totalitas kekuatan personel yang dikirimkan. Sebanyak 84 peserta terbaik asal Bumi Sriwijaya dijadwalkan akan bertolak menuju Manokwari, Papua Barat. Kekuatan 84 delegasi ini merupakan representasi talenta pilihan dari seluruh penjuru Sumatera Selatan yang siap berkompetisi pada ajang bergengsi Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 19 hingga 28 Juni 2026.
Acara pelepasan tersebut turut disaksikan dan dihadiri oleh jajaran penting pejabat Kanwil Kemenag Sumsel, di antaranya Kabag Tata Usaha Taufiq, Pembimas Kristen sekaligus Ketua Umum LPPD Sumsel Bagus Ade Dinata Panjaitan, Pembimas Katolik Sutrisno, Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Evi Zurfiana Azom, serta seluruh anggota dari 84 peserta kontingen yang akan berangkat.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Sumsel yang dibacakan oleh Deva Octavianus Coriza, pemerintah daerah menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas kesiapan 84 putra-putri terbaik daerah tersebut. Namun, pihak Pemprov mengingatkan bahwa jumlah kontingen yang besar ini juga membawa misi kemanusiaan dan kerukunan yang mulia di kancah nasional.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras seluruh kontingen. Ingatlah bahwa keikutsertaan kita di ajang nasional ini bukan hanya semata-mata untuk meraih prestasi atau membawa pulang piala. Lebih dari sekadar kompetisi, momentum ini harus menjadi sarana yang kuat untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat kerukunan antar umat beragama,” ujar Deva saat membacakan pidato Gubernur.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Taufiq, menitipkan tiga pesan krusial kepada 84 kontingen. Mengingat jumlah massa yang cukup besar dan perjalanan jauh yang akan ditempuh menuju Manokwari, faktor fisik dan kekompakan menjadi perhatian utama. “Kakanwil menitipkan tiga hal penting yang wajib dipedomani oleh seluruh peserta. Pertama, jaga kesehatan fisik dan mental karena cuaca dan perjalanan jauh memerlukan kondisi yang prima. Kedua, jaga selalu kekompakan tim serta junjung tinggi sportifitas dalam setiap kategori lomba. Pesan ketiga dan yang paling utama, jagalah nama baik Provinsi Sumatera Selatan,” tegas Taufiq.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sumsel, Bagus Ade Dinata Panjaitan, memberikan kepastian mengenai kualitas dari 84 utusan tersebut. Menurutnya, jumlah 84 peserta ini tidak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui penyaringan yang sangat ketat di tingkat daerah. “Kontingen tahun ini diperkuat oleh peserta-peserta terbaik yang merupakan hasil seleksi ketat dari seluruh kabupaten dan kota di Sumsel. Kami telah melalui proses latihan yang panjang dan intensif demi memberikan yang terbaik bagi daerah,” ungkap Bagus.
Dengan kesiapan materi dan totalitas jumlah personel, Bagus optimistis bahwa 84 utusan ini mampu bersaing di segala lini perlombaan. “Dengan semangat dan komposisi tim yang ada saat ini, kontingen Sumsel dipastikan akan mengikuti seluruh kategori lomba yang dipertandingkan pada Pesparawi Nasional XIV. Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Sumsel agar perjuangan 84 peserta kita di Manokwari nanti membuahkan hasil yang gemilang,” pungkasnya. (*)




