EkonomiHeadlineinternasionalNasionalNUSANTARAPalembangSUMSEL

Yayasan Intan Maharani bersama PKBI DKI Jakarta Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Multipihak

Teks foto:Para peserta kegiatan yang digelar YIM, Rabu (13/5/2026).

* Terkait Persiapan Transisi Program HIV, AIDS, dan TB Pasca Pendanaan The Global Fund

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Yayasan Intan Maharani (YIP) kembali menggelar event dalam rangka memperkuat koordinasi dan kolaborasi multipihak. Kali ini, bersama PKBI DKI Jakarta, YIM menggelar pertemuan yang melibatkan banyak pihak terkait (stakeholders) persiapan Transisi Program HIV, AIDS dan Tuberkulosis (TB) pasca pendanaan The Global Fund to Fight AIDS, Yuberkulosis and Malaria. Demikian disampaikan Sari Palupi, Technical Officer YIM Palembang, Rabu (13/5/2026).

Teks foto: Sari Palupi, Technical Officer YIM Palembang.

Menurut Sari, maksud dan tujuan bagaimana meningkatkan pemahaman pemangku kebijakan terutama dari OPD bagaimana menangani program CSR. Tujuan tahun ini adalah tahun transisi support dari The Global Fund pada program Penanggulangan HIV AIDS dan TB. Bagaimana kami meminta komitmen OPD agar bagaimana memikirkan kesinambungan program ini setelah tidak ada lagi pendanaan dari The Global Fund.

Mengingat para penderita HIV AIDS terus meningkat dan masih ada dan Dinas Kesehatan sebagai pengampu untuk pengobatan juga perlu disupport. Melihat dari kesiapan OPD-OPD terkait maka perlu dipersiapkan sejak awal sebelum support The Global Fund dihentikan. “Poin selanjutnya, bagaimana merumuskan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan. Bagaimana komitmen ke depan agar Pemkot atau OPD terkait bisa mensupport dan berkesinambungan. Selanjutnya, bagaimana merumuskan dan kerekomendasikan langkah-langkah apa yang akan kita ambil tanpa support dari The Global Fund. Nanti akan kita bawa ke pemangku kebijakan untuk menjadi rekomendasi penanganan di kota Palembang ini,” ujarnya.

Teks foto: Wakil Ketua YIM, Muhammad Suharni.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Intan Maharani, Drs Syahri, MSi yang pada kesempatan ini diwakili Wakil Ketua YIM, Muhammad Suharni mengatakan pada pertemuan kali ini, tidak hanya melibatkan anggota tetapi juga perwakilan dari berbagai pihak seperti kampus perguruan tinggi. Organisasi wanita dan OPD terkait. “Keterlibatan berbagai pihak ini sangat strategis untuk mengampanyekan isu kesetaraan, termasuk dalam perspektif penangganan dan penanggulangan HIV,” ujar Suharni seraya menambahkan bahwa pendanaan The Global Fund per Desember 2026 nanti akan berakhir. “Namun kepastian akan diteruskan pendanaan ini belum pasti. Kerja-kerja selama ini yang sesuai standar dan sudah ada hasilnya dengan istilah Standar Pelayanan Minimun (SPM) yang sudah memasuki tahun ke 5. Dengan adanya kegiatan seperti ini kita mendapatkan gambaran bagaimana penanganan penderita HIV yang sampai saat ini masih terus terjadi,” katanya.

Kamila Chairunissa, Petugas Bidang Advokasi YIM dan PIC kegiatan mengatakan setelah ada kebijakan ini nanti sama-sama memberikan rekomendasi dengan harapan para penderita HIV AIDS dan TB Malaria masih tetap diperhatikan bahkan lebih diperhatikan. Menurutnya, jumlah penderita yang sudah positif HIV AIDS dari Januari – April 2026 sudah tercatat angka 56 penderita. “Mudah-mudahan setelah berdiskusi bisa memberikan output yang bermanfaat. Kita bukan pengambil kebijakan di sini tapi bisa memberikan rekomendasi dan masukan. Secara riil apa yang terjadi di sekitark kita misalnya di lingkungan kampus perguruan tinggi, atau di lingkungan para ibu di organisasi GOW dengan memberikan edukasi di masyarakat di kelompok tertentu yang masih perlu dilakukan,” tambahnya.

Adapun multipihak yang dilibatkan dalam kegiatan ini di antaranya dari Yayasan Intan Maharani yaitu  Koordinator SSR Yayasan Intan Maharani PR IAC, Team CSS – HR Yayasan Intan Maharani,   Dinas Kesehatan Kota Palembang, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palembang, Bappeda Litbang Kota Palembang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palembang, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kota Palembang, Biro Kesejahteraan Rakyat Kota Palembang, Dinas Pendidikan Kota Palembang, Wahana Cita Indonesia , serta perwakilan media massa dari Harian Media Sriwijaya. (saf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *