HeadlinePalembangSUMSEL

Dari Tepian Musi ke Panggung Dunia, Ribuan Penari Satapa Guncang Palembang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA  — Museum Sultan Mahmud Badarrudin (SMB) II Palembang, Rabu (29/4/2026) malam, mendadak menjelma menjadi panggung kolosal penuh warna. Ribuan penari dari berbagai daerah berbaur dalam satu irama, merayakan Hari Tari Sedunia dengan tema yang menggema: “Dari Tepian Musi ke Panggung Dunia.”

Suasana meriah itu bukan sekadar pesta tari, melainkan sebuah pernyataan budaya, bahwa Palembang, kota tua di tepian Sungai Musi, masih menjadi pusat denyut seni yang mampu menembus batas geografis. Gelombang manusia berbalut kostum tradisional dan modern memenuhi pelataran museum. Dari anak-anak hingga dewasa, dari sanggar lokal hingga tamu luar kota, semua larut dalam gerakan yang berpadu. Dentuman musik tradisional bercampur dengan semangat kontemporer, menciptakan harmoni yang membuat penonton terhanyut.

Puncak kemeriahan terjadi saat tarian massal “Dana Belincak” digelar. Lebih dari 1000 penari bergerak serentak, membentuk pola yang indah bak ombak Sungai Musi.

Di tengah kerumunan itu, dua sosok penting ikut menari, Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang, Ida Royani Aprizal.

Dewi Sastrani bukan sekadar hadir sebagai tamu kehormatan. Ia benar-benar menyatu dengan para penari, bahkan mengaku sudah dua kali mengikuti latihan sebelumnya. “Pertama saya latihan di Rumah Dinas Tasik, kemudian bersama para penari sanggar. Jadi memang sudah dua kali latihan,” ungkapnya.

Kehadiran pejabat di tengah ribuan penari memberi pesan kuat, bahwa seni bukan hanya milik seniman, melainkan milik semua lapisan masyarakat.

Dewi menilai peringatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi wadah ekspresi sekaligus ruang pengembangan budaya. “Harapan kita, kegiatan seperti ini akan tetap berlangsung dan berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *