OKU TimurPolitikSUMSEL

Tak Mau Reses Seremonial, Fenus Antonius Turun Langsung ke Rumah Warga

OKU TIMUR, MEDIASRIWIJAYA  — Reses sering kali identik dengan kursi tersusun rapi, sambutan formal, dan sesi foto yang tak pernah absen. Tapi di hari kedua masa serap aspirasi, kamis (12/2/2026) Fenus Antonius memilih jalur yang sedikit keluar dari pola. Ia tak betah hanya duduk di balai desa.

Ia berjalan kaki, menyusuri gang demi gang di Madang Suku II, mengetuk pintu rumah warga satu per satu.
Langkahnya berhenti di rumah-rumah ibu rumah tangga yang merintis usaha kecil. Obrolannya bukan soal teori ekonomi makro atau grafik pertumbuhan, melainkan harga bahan baku yang naik-turun seperti mood pasar, dan pembeli yang kadang lebih sering “nanti dulu” ketimbang “jadi beli”. Diskusi berlangsung santai, tanpa sekat protokoler. Dalam situasi ekonomi yang menuntut UMKM kreatif sekaligus tahan banting, percakapan semacam ini terasa lebih relevan ketimbang paparan panjang penuh istilah.

Fenus tak datang dengan tangan kosong. Ia mencatat aspirasi dan menjanjikan bantuan perlengkapan usaha bagi beberapa pelaku UMKM. Bantuan ini mungkin bukan jurus sakti yang langsung membuat omzet meroket, tapi setidaknya menambah amunisi bagi para ibu yang tiap hari memastikan dapur tetap mengepul. Kadang, yang dibutuhkan bukan janji besar, melainkan dorongan kecil yang konsisten.

Tak berhenti di dapur dan etalase kecil, Fenus juga menyapa para pelajar. Obrolannya mengalir dari soal pendidikan hingga harapan masa depan. Di tengah biaya sekolah yang kerap membuat orang tua harus berhitung ekstra, ruang dialog seperti ini memang penting. Tentu dengan catatan, jangan berhenti sebagai catatan manis di buku reses.

Pada akhirnya, reses adalah soal mendengar. Tapi mendengar saja jelas tak cukup. Warga Madang Suku II tentu menunggu lebih dari sekadar langkah kaki dan dokumentasi kamera. Yang mereka harapkan adalah suara-suara dari gang kecil itu benar-benar bergema di ruang rapat DPRD Sumsel. (sup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *