Pertunjukan Difabel Sukses Pukau Ratusan Penonton di Lawang Borotan
Poto: Pertunjukan seni para difabel yang bertajuk “LIHAT AKU” yang dhelat oleh Sanggar Seni Dinda Bestari sukses memkau ratusan penonton di Lawang Borotan Benteng Kuto Besak pada Selasa malam (29/7).
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Pertunjukan seni para difabel yang bertajuk “LIHAT AKU” yang dhelat oleh Sanggar Seni Dinda Bestari sukses memukau ratusan penonton di Lawang Borotan Benteng Kuto Besak pada Selasa malam (29/7).
Kegiatan ini disponsori program dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan serta didukung pula oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) serta Pemerintah Kota Palembang.
Pada acara seremonial penonton telah dipukau dengan qoriah tunanetra Andini Puteri Melati dengan suara merdunya yang mengumandangkan tilawah dan dilanjutkan dengan sari tilawah berbahasa halus atau bebaso Palembang oleh Tiara Suci, mereka berdua merupakan penyandang tuna netra dan tuna daksa.
Setelah selesai sambutan-sambutan dari Ketua Panitia Nurdin, Kepala Dinas Kebudayaan Sumsel Panji Cahyanto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Kristanto, dan Asisten II Isnaini Madani yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, satu persatu aksi talenta para difabel menebar pesona seni yang menghibur sekaligus mengharukan.
Pertunjukan dimulai dengan tari Selendang Delima oleh anak-anak tuna rungu Sekolah Luar Biasa B Negeri Pembina Palembang.
Wajah gadis-gadis ini tampak begitu cantik dengan tubuh melenggak-lengok kompak di bawah arahan seorang pemandu gerak yang tiada lain adalah guru seninya Triyurika.
Menyusul, penampilan kolaborasi anak-anak sanggar tari Dinda Bestari dan penyandang tuna netra Aqilla Mashel Rafailah dari SLB A Palembang dengan membawakan lagu daerah Besemah yang berjudul Li Bagian. “Lagu ini begitu menyayat seakan mewakili jeritan hati mereka,” kata salah satu penonton, Yanti dengan ekspresi haru.
Yanti begitu seksama menyaksikan pertunjukan demi pertunjukan dari awal hingga berakhir.
Selanjutnya, penampilan tari tenun songket oleh anak-anak tuna rungu SLB B Negeri Pembina, lagu dari anak-anak tuna netra SLB A Palembang, tari panen raya oleh anak tuna rungu SLB B Karya Ibu.
Di pengujung waktu ditampilkan pula Rio Eka Putra, dengan permainan gambusnya berkolaborasi dengan penari-penari tuna daksa dan tuna rungu dari SLB D d1 YPAC Palembang.
Rio Eka penyandang tuna daksa yang berprofesi sebagai dosen di Prodi Seni Pertunjukan Universitas PGRI Palembang.
Pamungkasnya, penampilan ditutup dengan tari Gending Sriwijaya yang diiringi oleh tari isyarat sesuai dengan lirik lagu Gending Sriwijaya.
Dalam sambutannya, Asisten II Isnaini Madani yang kapasitasnya mewakili Walikota Palembang merasa sangat senang dan mendukung kegiatan ini.
“Saya memaknai kata “lihat aku” sebagai judul kegiatan ini adalah bentuk panggilan kepada kita semua agar lebih memperhatikan para difabel yang memiliki kelebihan berbeda dari kita. Saya lebih setuju kata difabel daripada disable,’ kata Isnaini. (*)




