UKMC Mengolah Generasi Z Yang Aktif dan Kreatif Melalui Kreativitas Motif pada Kain
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Kiranya sematan kalimat bijak mengenai kreatifitas, cocok untuk disematkan bagi siswa SMK Sjakhyakirti yang termasuk dalam generasi Z. Salah satu cirri generasi Z adalah kreatif dan inovatif serta senang berekspresi. Hal inilah yang menjadikan semangat awal bagi tim pengabdi untuk memilih pengabdian kreativitas motif pada siswa SMK Sjakhyakirti. Untuk mengolah generasi kreatif dan inovatif ini, tim pengabdi yang terdiri dari Dr Chandra Astra Terenggana, S.E., M.M; Dr. M.Y Dedi Haryanto, S.E., M.Si; Dr Retno Ika Sundari, S.E., M.Si; Khairunnisa, S.E., M.Si dan Micheline Rinamurti, S.E., M.Si didampingi dua mahasiswa UKMC dari program studi Manajemen yakni Putri Adelya dan Nabila memilih model pendampingan kolaboratif. Tim pengabdi merasa model pendampingan kolaboratif cocok bagi generasi Z untuk menciptakan ruang dialog, interaksi dan keterbukaan akan suatu ide atau gagasan.

Selain itu, tim pengabdian menyadari bahwa generasi Z butuh diberi ruang bereksplorasi dan mengembangkan diri. Maka tim pengabdi hanya memberi stimulus untuk bereksplorasi dan selebihnya dikembangkan oleh peserta. Seperti yang terdapat pada gambar berikut ini, kendati mereka pada awalnya mengalami kebingungan, namun berkat kesigapan tim pengabdi, peserta dapat menerapkan motif yang ingin dibuat. Ketika nara sumber memberikan contoh, dengan menggunakan dua metoda yakni metoda ikat dan metoda jepit. Peserta dengan antusias mencoba dan mencoba.

Latar belakang SMK menjadikan peserta merasa lebih menikmati ketika dihadapkan pada kegiatan berekplorasi. Dengan menekankan pada kata kunci kreatifitas dan aktif, nara sumber, yakni Dr. Retno Ika sundari SE., M.Si mengungkapkan agar jangan takut berkreasi dan tidak ada yang salah dengan berkreasi asalkan diolah dengan benar. Berbekal hal tersebut, peserta tertantang dan berekplorasi dengan gembira. Tim pengabdi melihat, tidak ada satu siswapun yang memiliki motif atau pola yang sama. Tak hanya siswa yang tertarik, para gurupun tertarik bahkan dengan antusias dan menceritaan pengalaman kreatifitas pewarnaan sebagai salah satu contoh aplikasi dalam P5 yang dilakukan di sekolah.(*)




