SiCANTIKS dan Pengukuhan Duta Literasi Keuangan Syariah, OJK Support Program Stategis Pemprov Sumsel Wujudkan Asta Cita Presiden
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Hari kedua, Sabtu 17 Mei 2025. Bertempat di di Ballroom Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Jalan Jenderal Sudirman No.1025, Kel. Sungai Pangeran, Kec. Ilir Timur I, Kota Palembang, OJK kembali menggelar event bersejarah. Kali ini pelaksanaan kegiatan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SiCANTIKS) dengan agenda kegiatan edukasi dan seremonial Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SiCANTIKS) dan Pengukuhan Duta Literasi Keuangan Syariah.
Pada kegiatan ini hadir Kepala Eksekutif OJK RI – Friderica Widyasari Dewi, Anggota Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, Ketua TP PKK Sumsel – Ibu Feby, Anggota DPD RI/ Duta Literasi Sumsel -Ratu Tenny, dan Ketua DWP Sumsel
SiCANTIKS, singkatan dari Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah, adalah program dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku UMKM di Sumatera Selatan. Program ini diinisiasi untuk mendorong ketahanan keluarga melalui pemahaman keuangan yang lebih baik.

Teks foto: Kepala Eksekutif OJK RI – Friderica Widyasari Dewi saat sambutan.
Kepala Eksekutif OJK RI – Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Melalui kegiatan ini disebutkannya bahwa pihaknya perlu mengedukasi masyarakat supaya terliterasi dengan baik. Ada hubungan positif dengan tingkat literasi keuangan dengan tingkat kesejahteraannya. “Kita harus tetap mengedepankan inklusi keuangan. Bagaimana mengelola keuangan, keuangan usaha dan keuangan keluarga harus tetap dikelola dengan baik. Inklusi keuangan yang bertanggungjawab. Pinjam uang tidak boleh untuk konsumsi tapi untuk produktif mengelola usahanya. Dapat akses kredit tapi tak didampingi sehingga dalam pengelolaan berantakan,” ujarnya seraya menyebutkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan organisasi masyarakat sangat krusial dalam mendorong literasi keuangan. “Dengan hadirnya SiCANTIKS, OJK berharap perempuan tidak hanya menjadi pilar ekonomi keluarga, tapi juga motor penggerak ketahanan ekonomi nasional melalui literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan. Kita pada kesempatan ini mengedukasi para ibu di sini supaya memiliki literasi keuangan terutama para pelaku UMKM supaya maju dan berkembang,” ujarnya seraya menambahkan implementasi Program SiCANTIKS ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dalam bentuk webinar series guna mengedukasi peserta lebih banyak di seluruh wilayah Indonesia.

Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Hj Febrita Lustia dalam sambutannya menekankan pentingnya program SiCANTIKS sebagai pondasi membangun ketahanan keluarga yang berkualitas. Ia menyoroti banyaknya keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar akibat rendahnya literasi keuangan, terutama di kalangan perempuan. “Literasi keuangan sangat penting, khususnya bagi kaum ibu. Mereka harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai karena tergoda belanja konsumtif, justru terjerat pinjaman online ilegal,” ujar Febrita.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan keuangan keluarga harus diprioritaskan untuk kebutuhan esensial, termasuk pendidikan anak, demi menjamin masa depan yang lebih baik.
Febrita bahkan mengkaitkan rendahnya pemahaman keuangan dengan meningkatnya kasus stres hingga percobaan bunuh diri akibat lilitan utang.

Teks foto: Konferensi Pers usai kegiatan.
Anggota Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, mengatakan program SiCANTIKS sangat bagus. “OJK mitra Komisi XI. Tujuan kegiatan OJK ini sangat bagus dan mulia karena memberikan edukasi dan literasi keuangan bagi para ibu yang ada di wilayah Sumsel di 17 kabupaten/kota bersama Badan Penyertaan Modal Madani. Harapan kami para ibu di sini paham betul tentang literasi keuangan. Pada kesempatan ini saya mengimbau bagi para ibu yang sudah telanjur pinjaman online maka tidak wajib membayar,” katanya.
Acara ini turut dihadiri ratusan peserta, termasuk perwakilan Tim Penggerak PKK dari berbagai kabupaten/kota serta pelaku UMKM dampingan Program Penyertaan Modal Madani (PMM). Tim PKK juga memperkenalkan program UP2K dan warung PKK sebagai bagian dari upaya memberdayakan ekonomi keluarga berbasis komunitas. (saf)




