HeadlineHukum&KriminalPalembangSUMSEL

Pedagang Pasar 16 Protes Harga Kios Kemahalan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Puluhan pedagang Pasar 16 Ilir yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar 16 Ilir, kembali mendatangi Kantor Walikota Palembang, Selasa (5/3).

Kedatangan para pedagang Pasar 16 Ilir ini, meminta Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa membatalkan perjanjian kerja sama dengan PT BCR, karena keberadaan telah merugikan dan membuat resah bagi pedagang di Pasar 16 Ilir.

Massa aksi juga meminta agar PJ Walikota Palembang segera melepas seng yang dipasang oleh PT BCR agar konsumen dan pengunjung leluasa masuk ke Pasar 16 Ilir. Bukan hanya itu para pedagang Pasar 16 Ilir meminta PJ Walikota dan Perumda Pasar Palembang Jaya untuk menentukan harga perpanjangan sertifikat HGB petak atau kios di Pasar 16 Ilir, untuk dapat dimusyawarahkan dengan para pedagang. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun tajam hanya sekadar penglaris, ditambah lagi biaya beban hidup pedagang Pasar 16 Ilir yang memprihatinkan di tengah ekonomi Indonesia yang tidak menentukan, yang tidak mampu membeli kios yang sangat mahal. “Kami mewakili pedagang, dengan kondisi saat ini kami tidak menolak apa yang menjadi program pemerintah, akan tetapi nasib kami harus dipertimbangkan, intinya dengan status harga kios yang fantatis kami tidak sanggup menempati atau membelinya,” ungkap Ferinal Mulyadi, Ketua DP Komisariat APPSI Pasar 16 Ilir Palembang.

Masih dikatakan Ferinal, diperlukan penyelesaian sehingga para pedagang tidak mengira jika permasalahan ini indikasi lain yang dapat merugikan pedagang. Dimana harga kios yang terkecil berkisar Rp 350 juta sampai Rp 800 juta. “Jadi sekali lagi kami meminta kepada pemerintah maupun publik yang mengetahui permasalahan ini terutama sekali PJ Walikota Palembang, kami visa saja beranggapan ada udang di balik batu atas kerjasama yang telah terjadi, karena itu tidak memihak kepada pedagang pasar 16 ilir,” ujarnya. (Ly).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *