EkonomiHeadlineNasionalPalembangSUMSEL

Capacity Building Tahun 2024, Kontribusi BI Perwakilan Sumsel Mencerdaskan Insan Pers di Sumsel

Keterangan foto: Penyerahan cendera mata dari BI Sumsel kepada narasumber.

BANDUNG, MEDIASRIWIJAYA – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki triks tersendiri dalam rangka mencerdaskan insan pers yang merupakan mitra kerja dalam publikasi kegiatan. Hal ini diakui Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali saat sambutan pada kegiatan pembukaan Capacity Building Tahun 2024, Jumat (22/2).
Menurutnya kegiatan ini sengaja digelar BI Sumbagsel. Ada tiga kegiatan yang disampaikan Ricky yaitu tujuan dilaksanakan kegiatan ini. “Komunikasi kebijakan utama di BI yang merupakan bagian utama bukan pengikut akhir. Apa yang disampaikan BI sukses disampaikan ke masyarakat maka hal ini penting di BI. Supaya jalan maka selain punya infrastruktur dan peralatan namun jurnalis atau insan media yang menjadi ujung tombak dalam mendistribusikan informasi itu. Artinya sinyalnya sama dengan kita. Kalau sama yang disampaikan teman-teman ke masyarakat. Maka capacity building ini kita lakukan. Selain itu ini merupakan apresiasi BI terhadap insan pers. Selain apresiasi, teman-teman juga bermanfaat terhadap apresiasi yang kami berikan. Capacity ini dalam bentuk yang fleksibel. Santai dan tidak ketat. Serius tapi santai tapi sangat bermanfaat. Bentuknya kita ubah, banyak manfaat selain kita bersilaturahmi. Kita berkumpul dalam suatu kesempatan yang baik ini. Dalam kesibukan sehari-hari kita sulit bertemu. Jadi manfaatkanlah sebaik-baiknya kegiatan ini,” kata Ricky.
Selanjutnya, hal yang kedua, Ricky mengatakan bagaimana insan pers sikapnya sama dengan BI maka dihadirkan para narasumber yang menyampaikan BI tugas moneter, sistem pembayaran dan berbagai hal terkait kebijakan BI. Dua narasumber sengaja yang berkompeten. “Dua narasumber akan memberikan pencerahan,” kata Ricky.

Keterangan foto: Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Ricky P Gozali

Tema tambahan yaitu pariwisata disebutkan Ricky bahwa sektor yang sangat istimewa mengerakkan sektor lain. Hotel, UMKM, makanan /kuliner dan semuanya akan bergerak. Ekonomi akan bergulir dengan baik apabila pariwisata berjalan baik juga. “Contohnya Bandung ini. Maka Palembang Sumsel punya potensi. Kita pilih Bandung supaya teman-teman tambah wawasan. Kalian bisa memberikan kontribusi kepada Pemprov Sumsel melalui tulisan-tulisan yang baik sehingga mendorong pemahaman yang baik,” tambah Ricky seraya menambahkan jadwal BI dalam capacity building ini sengaja dengan harapan peserta bisa melihat seperti ke Floating Market, ke Pertunjukan Seni Angklung Udjo dan Kereta Cepat Whoosh. 3a dan 2 P yaitu singkatan dari kata Atraksi, Ameniti dan Aksesbilitas. Mau ke Bandung bisa pake apa pun tol, pesawat dan Whoosh. “Akses sangat penting, dekat cepat murah maka Bandung bisa dikunjungi banyak orang. Selanjutnya hotel makanan dan semuanya sudah siap. Ketiga, atraksi. Saung Udjo salah satunya yang dikembangkan Bandung. Atraksi alam dan buatan dibuat Bandung. Palembang bisa. Pelaku dan Promosi (2P) bahwa semua pelaku kota Bandung sudah paham dan siap. Di pinggir jalan orang jualan pasti semuanya menyapa pendatang. Promosi juga sangat penting dipahami,” kata Ricky lagi.
Sementara itu, Ricky mengaku Sumsel bagus kondisi saat ini tetap bagus “Inflasi terkendali dan pertumbuhan di atas 5 persen namun harus tetap waspada dari sisi global. Diakuinya, kondisi krisis ekonomi dunia juga mempengaruhi namun itu pengalaman kita sudah membuktikan bisa bertahan waktu di pandemi Covid 19. Kita optimis tapi tetap waspada. Saya sudah titip dengan Pak Latief agar kalian semua menikmati kegiatan ini dengan baik,” kata Ricky mengakhiri sambutannya.

Keterangan foto: Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Latif.

Di tempat yang sama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Latif mengatakan bahwa dirinya menambahkan bahwa terkait mensikapi utang negara. Disebutkannya persepsi tentang utang berbeda. “negara-negara besar seperti Amerika dan Jepang yang banyak utang tapi tetap PD (percaya diri). Saya mengajak bagaimana persepsi utang itu untuk kebutuhan yang tidak konsumtif. Ketika kita melihat utang dalam negeri masih oke namun ketika utang itu berasal dari luar maka perlu diwaspadai. Kondisi global sangat perlu diwaspadai,” kata Latief saat menyampaikan materi.
Narasumber lain yaitu Ekonom Senior Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Indriani Kartina, Ekonom Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Fathahillah Dipanegara Wicaksana.

Keterangan foto: Dua narasumber yang dihadirkan BI Perwakilan Sumsel.

Kantor Perwakilan Bank Indonensia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), melaksanakan Capacity Building bersama Wartawan Ekonimi Bisnis di Sumsel. Kegiatan Capacity Building ini digelar selama 3 hari mulai 21-23 Februari 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat.
Adapun Capacity Building ini merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh BI Sumsel dalam rangka memberikan pemahaman kepada para wartawan ekonomi bisnis di Sumsel mengenai kebijakan Ekonomi dan kebijakan sistem pembayaran di Indonesia agar dapat disampaikan kepada masyarakat.

Keterangan foto: Insan pers dari berbagai media nasional maupun lokal yang bertugas di Sumsel menjadi peserta Capacity Building BI Sumsel tahun 2024.

Ada beberapa wisata yang dikunjungi wartawan Sumsel saat mengunjungi Kota Bandung seperti kunjungan Floating Market di Lembang, dan melihat pertunjukkan angklung dari sanggar Saung Angklung Udjo. Selain itu menikmati perjalanan dengan kereta cepat Whoosh dari Jakarta ke Kota Bandung. (saf)

Keterangan foto: Beberapa tempat yang menjadi edukasi bagi para peserta Capacity Building BI Tahun 2024 di antaranya Floating Market Lembang Bandung, Pertunjukan Angklung Udjo dan Kereta Cepat Woosh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *