Palembang Masih Diselimuti Asap
PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Sampai saat ini petugas masih kesulitan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, membuat Kota Palembang diselibuti kabut asap, Selasa (17/10).
Setidaknya ada beberapa wilayah di Kabupaten OKI yang menjadi fokus pemadaman mengingat di empat lokasi masih banyak titik kebakaran, selain lokasi gambut dalam, kurangnya pasokan air dan tidak adanya hujan turun ditambah angin yang kencang membuat kebakaran meluas. “Kami sudah beroperasi selama 35 hari kerja dan memang sampai dengan saat ini belum bisa tuntas karena kondisinya gambut, itu gambut dalam, sumber air sudah mulai susah, sementara bahan bakar semakin kering karena memang sudah sudah tidak ada hujan sama sekali.” ungkap Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Kebakaran Hutan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto. Saat ditemui di ruang kerjanya.
Dikatakan Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera. Untuk pemadaman berbagai cara pun telah dilaksanakan. Untuk metode khusus kita memang ada, dengan peralatan khusus untuk lahan gambut, dan penambahan personel, akan tetapi tidak dapat memadamkan kebakaran mengingat lokasi yang luas. Untuk itu pihaknya akan melakukan pembasahan di lokasi kanal atau membuat embung di lokasi kebakaran. “Tetapi memang kondisinya sangat luas sehingga personel kami yang berjumlah 100 orang sepertinya sangat kurang, sekarang kami sedang mencoba penanganan dengan teman-teman direktorat pengendalian kerusakan gambut, untuk melakukan pembasahan. Jadi kita akan mengalirkan air dari sungai Komering masuk ke dalam kanal-kanal beberapa perusahaan di situ yang memang sekarang kondisinya kosong sehingga nantinya bisa dapat basah dan memudahkan kami untuk melakukan pemadaman.” jelasnya.

Sehingga karhutlah yang terjadi di OKI, ditegaskan Kepala Balai PPIKHL Wilayah Sumatera. Ferdian Krisnanto. Berdasarkan Citra Satelit dan bergerakan angin asap akan terbang ke Kota Palembang menjelang Sore dan Malam hari jika terbakar di pagi hari. “Kalau kita lihat dari citra satelit kemudian kita perhitungkan dengan arah angin dan kecepatan angin memang posisinya sumber asap terbesar dari OKI dan kalau memang di sana kebakaran pagi kemungkinan sore malam ke arah Palembang. Selain dijungkal ada juga di pangkalan lampam ada beberapa.” tegasnya.
Berdasarkan Data Analisa luasan karhutlah tahun 2023 di wilayah Provinsi Sumsel, mencapai 23.496,5 hektar, pada Periode Bulan Januari hingga Bulan September 2023. “Di Sumsel sendiri kemarin kita perhitung dari luas luasan untuk periode sekarang Januari sampai bulan September ada sekitar 32.000 khusus untuk oke yang luar biasa terbesarnya di OKI. Dari luasan tersebut, OKI menempati urutan pertama dengan luasan 20.558,3 Ha (11.465,8 Ha tanah non gambut, 9.092,5 Ha gambut), disusul Ogan Ilir dengan luasan 3615,9 Ha Non gambut,” jelasnya. (Ly).




