12 Hari ke Depan akan Kembali Gelar Aksi
PALEMBANG. MEDIASRIWIJAYA – Dua belas hari ke depan akan kembali menggelar aksi demo. Demikian pernyataan yang disampaikan Koordinator Aksi demo mahasiswa, Kamis (7/4) kemarin. Sekitar 700 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan (Sumsel), mengelar aksi unjuk rasa serentak nasional, di Simpang 4 DPRD Sumsel Jalan Kapten A Rivai Palembang. Kamis (07/4) pukul 13.00 Wib hingga pukul 17.30 wib.
Massa aksi mahasiswa ini dari 11 tuntutan, 3 di antaranya menolak penundaan Pemilu tahun 2024. Menolak tiga periode jabatan presiden dan menolak kenaikan BBM dan sembako. Aksi mahasiswa BEM se -Sumsel ini sebagai bentuk seruan aksi kartu merah pemerintahan. “Kami ada 11 poin tuntutan yang kami serahkan ke Ketua DPRD Sumsel langsung walau hanya melalui video online. Inti tuntutan kami menolak 3 Periode Jabatan Presiden. Menolak Penundaan Pemilu Tahun 2024 dan yang terpenting menolak kenaikan Bahan Pokok dan BBM agar diturunkan sesuai harga dan jangkauan masyarakat,” ungkap Adi, Presiden Mahasiswa BEM Sumsel.
Massa aksi juga berjanji, jika apa bila 11 tuntutan mereka tidak dipenuhi dalam 12 hari kedepan, akan kembali mengelar aksi unjuk rasa dengan massa yang banyak. Beliau juga menegaskan jika aksi mereka sebagian besar mahasiswa. “Di sini kami tegaskan bergerak hari ini murni dari mahasiswa, jika tuntutan tidak direalisasikan kami akan demo lagi, tapi kami menunggu mungkin H+ 2 atau 3 mulai hari ini.” ujarnya.
Dari pantauan, massa aksi tidak dapat memasuki halaman Gedung DPRD Sumsel mengingat lokasi sudah diblock Ada petugas kepolisian dengan memasang kawat berduri.
Massa yang kecewa, sempat memblokir jalan sehingga arus kendaraan terhenti, lantaran tuntutan ingin masuk ke Gedung DPRD Sulsel dan bertemu dengan Ketua DPRD Sumsel tidak diizinkan, dikarenakan ketua DPRD Sumsel tidak berada ditempat.
Menjelang sore, massa sih berusaha bergerak menerobos dan merusak kawat berduri, jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Akhirnya perwakilan DPRD Sumsel yang diwakilkan oleh Wakil Ketua 3 DPRD Sumsel H Muchendi, didampingi MGS H Syaiful Padli Ketua Fraksi PKI serta Sekretaris Daerah.
Massa aksi yang ngotot ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sumsel akhirnya dilakukan dengan cara video call sedangkan pernyataan sikap diterima langsung oleh Ketua Fraksi PKS, MGS H Syaiful Padli beserta replika batu nisan dan boneka pocong.
Sementara itu. H Muchendi, Wakil Ketua III DPRD Sumsel, didampingi MGS H Syaiful Padli Ketua Fraksi PKI serta Sekretaris Daerah. Menerima 11 tuntutan massa demontransi, dan berjanji akan disampaikan ke Pimpinan tertinggi dalam hal ini DPR RI.”Kita sudah mendatangi mahasiswa yang hari ini berdemo, DPRD Sumsel terbuka sekali dalam menerima aspirasi atau masukan dari masyarakat terutama dari mahasiswa, Apa pun tuntutannya kita sebagai DPRD menerima itu, jika itu pelayanan ada di tingkat daerah itu menjadi tanggung jawab kami, ketika itu menjadi kewenangan pemerintah pusat kami sebagai DPRD akan meneruskan ke lembaga DPR RI atau lembaga yang tertinggi,” jelas Muchendi. (Ly).




