HeadlineNasionalNUSANTARAPalembangPolda SumselSUMSEL

100 Polisi Wanita Polwan Polda Sumsel dan Jajarannya Mengikuti Pelatihan Pscyhological First Aid (PFA)

PALEMBANG,MEDIASRIWIJAYA –  Sebanyak 100 Polisi Wanita (Polwan) di Polda Sumatera Selatan (Sumsel ) dan Jajarannya, mengikuti pelatihan Pscyhological First Aid (PFA), yang di buka langsung oleh Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Ucu Kuspriyadi. Jumat (25/11).

Pelatihan PFA ini berlangsung selama satu hari dan diselengarakan oleh Biro Psikologi SDM Polda Sumsel, yang berkerjasama dengan Psikologi BPBD Sumsel. Untuk konselor sendiri yaitu Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Ucu Kuspriyadi dan Erma Susilawati, Spsi dari Psikologi BPBD Sumsel.

Dikatakan Karo SDM Polda Sumsel, Pelatihan PFA ini sebagai bentuk bantuan pertama kepada korban bencana atau permasalahan permasalahan yang ada ditengah masyarakat. “peserta pelatihan ini adalah Polwan berjumlah 100 orang dari Satker Polda Sumsel dan Polres Jajaran Polda Sumsel, tujuannya melatih mereka sebagai kontribusi Polda kepada masyarakat, ketika di masyarakat terjadi permasalahan sosial atau bencana alam,” ungkap Kombes Pol Ucu.

Untuk harapnya. Dikatakan Karo SDM Polda Sumsel, 100 Polwan yang mengikuti pelatihan ini rencananya akan diterjunkan ke masyarakat sebagai tenaga konselor, untuk memberikan konsling atau trauma hiling kepada masyarakat. “harapnya Polri dapat terus berkontribusi kepada masyarakat, membantu masyarakat, untuk menanggani masalah masakah yang terjadi di masyarakat terutama yang bencana alam kepada korban bencana yang memerlukan konsling, harapannya dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dari Polri khususnya Polda Sumsel” harapnya.

Sementara itu. Erma Susilawati, Psikologi BPBD Sumsel, mengatakan pelatihan yang diberikan kepada 100 Polwan Polda Sumsel, berupah penanganan khusus bagi korban bencana alam dan bencana sosial ditengah masyarakat. Disinilah peranan Polwan untuk memulihkan trauma korban dan itu pun harus tahu batas batas yang akan dilakukan. “teman teman yang akan terjun ke lapangan itu harus tahu batasan batasan, karena apa, saat dia hadir di masyarakat yang membutuhkan tidak keliru dalam menanggani suatu kasus, karena PFA ini supaya.stress yang muncul saat ada bencana naik menjadi tahap depresi,” terangnya. (Ly)|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *