Warga Ranau Lestarikan "Nayuh"

Warga Ranau Lestarikan
Budaya membakar Ikan atau dikenal dengan sebutan "Nayuh" masih menjadi rutinitas Marga Ranau di Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). 

MUARADUA, MEDIASRIWIJAYA - Budaya membakar Ikan atau dikenal dengan sebutan "Nayuh" masih     dilestarikan warga Ranau di Kabupaten OKU Selatan.

Budaya Nayuh dilakukan warga secara bergotong-royong pada acara syukuran. Misal di acara khitanan, pesta pernikahan atau syukuran menghuni rumah baru yang diselenggarakan oleh ahli rumah.

"Acara seperti ini biasanye dalam rangka untuk pesta pernikahan, syukuran khitanan, syukuran pernikahan atau syukuran menghuni rumah baru," ungkap Aryo, seorang warga saat melakukan budaya tersebut di Desa Gedung Baru Kecamatan BPRRT, melansir sripoku, Selasa (10/12).

Budaya Nayuh diadakan warga dalam sebuah acara pada momen gembira.

Ikan mujair bakar seolah menu wajib untuk menjamu para tamu undangan.

Belum lama ini warga setempat kembali melakukan budaya Nayuh yang diadakan oleh tuan rumah sebagai syukuran menghuni rumah baru atau yang biasa disebut warga Ranau 'Bediom'. di lakukan di Desa Gedung Baru Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT)

"Hari kita kembali melakukan Nayuh ikan karena syukuran menghuni rumah baru atau disebut bediom," tambahnya.

Pada acara syukuran biasanya warga membantu ahli rumah secara bahu-membahu persiapan hingga melakukan bakar ikan untuk disajikan pada hari jadi pada para tamu undangan.

Selain itu, jenis ikan yang dibakar merupakan ikan yang memiliki sisik, atau yang umum digunakan yakni ikan khas setempat Mujair yang memiliki warna kehitaman atau biasa disebut Mujair Kumbang atau Mujair Ranau yang di dapat dari perairan Danau Ranau.

Setelahnya pembersihan bagian isi perut ikan, ikan ditusuk menggunakan bilah bambu dan dibakar dengan arang api dengan penyanggah barisan bata yang memanjang. (net)