Wako Pagaralam: Cukuplah Mengerti dengan Surat Edaran, Jangan Berujung Tindak Pidana

Wako Pagaralam: Cukuplah Mengerti dengan Surat Edaran, Jangan Berujung Tindak Pidana
teks:IST- Dikeluarkannya surat edaran (SE) oleh Walikota Pagaralam beberapa waktu lalu bukan tanpa alasan.

PAGARALAM, MEDIASRIWIJAYA - Dikeluarkannya surat edaran (SE) oleh Walikota Pagaralam beberapa waktu lalu bukan tanpa alasan. SE dimaksud difahami dan dipatuhi oleh masyarakat Pagaralam agar Covid 19 yang menjadi momok dunia tidak begitu mempengaruhi sendi sendi kehidupan meski tetap dirasakan oleh khalayak. Namun sayang tujuan mulia Surat Edaran dimaksud abai,lalai bahkan dianggap  sebelah mata dan disepelekan sebagian masyarakat.

Kondisi ini membuat Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH prihatin yang mengakibatkan kasus Covid 19 terus bertambah dan bertambah. Hal ini diungkapkan oleh Walikota saat membuka konferensi PGRI XXII Pagaralam Senin (2/11) kemarin. Ditegaskan Alpian, pada Surat Edaran itu sudah tegas dilarang melaksanakan  hajatan pernikahan dari Oktober hingga Desember 2020. "Kan sudah jelas dilarang tetapi disayangkan masih saja yang melanggar,"katanya. Akibatnya, hajatan dibubarkan. Lanjut Alpian, kita tidak menginginkan diterapkannya Undang Undang Kesehatan, karena ada pidananya. "Cukuplah mengerti dan tidak memaksakan kehendak yang berujung dipanggil oleh kepolisian dan jadi tersangka., jangan sampai terjadi. Tetapi bila terpaksa mau tidak mau kita lakukan,"ingatnya. Karena sudah ada kejadian, wakil ketua DPR dijadikan tersangka karena melanggar," urainya.

Alangkah Arif dan eloknya kejadian tuan hajatan sebagai tersangka tidak terjadi di Pagaralam.Lanjut Alpian, suka tidak suka, mau tidak mau kita harus bergandengan tangan, bersama-sama dan bahu membahu dalam memerangi  Covid 19. Caranya, mematuhi surat edaran yang ada, "ujarnya (Rep)