USKUP AGUNG PALEMBANG TAHBISKAN TIGA IMAM

USKUP AGUNG PALEMBANG TAHBISKAN TIGA IMAM
Foto: Daris - Suasana pentahbisan

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Umat Katolik di Keuskupan Agung Palembang yang wilayahnya dari Sumbagsel Jambi dan Bengkulu pada hari Jumat, 11 September 2020, bersyukur mendapat gembala baru yang ditahbiskan oleh Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ. Bertempat di gereja Katholik St Yoseph Palembang yaitu sebanyak 3 imam atau pastur diosesan secara resmi dilantik atau ditahbiskan.  
 

Foto: Daris - Tiga imam yang baru saja mengikuti pentahbisan.

mat Katolik di Keuskupan Agung Palembang yang tersebar di mana-mana, kekurangan yang menjadi gembala umat atau pemimpin gereja. Tidak mudah untuk dapat menjadi seorang pastur atau imam gereja Katolik karena harus melaksanakan pendidikan setidaknya melaui beberapa tahapan dan memerlukan waktu paling tidak 12 tahun pendidikan, dimulai belajar di Seminari menengah, Seminari Tinggi selanjutnya Tahun Retorica Tahun Orientasi Rohani, Pendidikan di Fakultas Filsafat, mengikuti tahun Orientasi Pastoral  melanjutkan di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi, menjalani masa Partoral bila lulus baru bisa dilantik atau ditahbiskan menjadi seorang imam atau Pastor. Maka belum tentu setiap tahun gereja Katolik mentahbiskan imam baru.
Untuk kebutuhan penggembalaan umat Katolik di Keuskupan Agung Palembang yang sangat luas wilayahnya tersebut dibutuhkan imam-iman yang dapat melayani umat sesuai kebutuhan. Karena dalam masa pandemi Covid-19 pelaksanakan tahbisan imam bagi tiga Diakon yang ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr.Aloysius Sudarso SCJ  bertempat di Gereja Santo Yoseph Jln Jendral Sudirman Palembang dilakukan secara sederhana disiarkan lewat steaming untuk membatasi umat yang hadir dan sesuai protokol kesehatan. Perayaaan tahbisan dimulai pada pukul  17.00  dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang  Mgr.Aloysius Sudarso SCJ dan didampingi Romo Laurentius Rakidi PR Pastor Kepala Paroki St Yoseph Palembang beserta pastor-pastor sedekanat 1 Palembang para biarawan-biarawati dan keluarga. Ketiga diakon yang ditahbiskan ialah Diakon Andreas Eko Wahyudianto, Diakon Fransiskus Riranto dan Diakon Ignasius Wahyudi. 
 
Tahbisan Imamat merupakan sebuah berkat dan memiliki tiga makna imamat. “Pertama, kemuliaan hidup kita tidak ditentukan oleh harta, kuasa dan prestasi, melainkan ditentukan oleh keterbukaan hati untuk menerima anugrah dari Tuhan Allah dalam kelemahan dan kerapuhan hidup kita. Imamat bukan untuk keangkuhan dan kesombongan. Kedua, kita terpanggil untuk memwartakan belaskasihNya dan pengampunan di tengah dunia. Ketiga, imamat suci menjadi tanda solidaritas Allah di tengah ketidakpedulian dunia pada orang yang terbuang dan yang terkucilkan. Mgr. Sudarso dalam kotbahnya mengatakan, martabat imamat yang diterima oleh ketiga diakon bukanlah sebuah prestasi hidup atau status elit yang mapan tetapi sebagai bakti kesetiaan kepada sengsara wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus di tengah dunia yang penuh dengan kepalsuan. Selamat berkarya dalam penggembalaan umat. (daris)