Usai Bunuh Anak Istri, Randy Berusaha Bunuh Diri Minum Racun Rumput dan Gantung Diri

Usai Bunuh Anak Istri, Randy Berusaha Bunuh Diri Minum Racun Rumput dan Gantung Diri
Kapolsek Betung AKP Toto Hernanto

BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA -Ds Tajamulya, Philips IV Kec Betung pada Senin (27/7) sekitar pukul 01.00 wib dini hari dikejutkan dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan TSK Rendy Arista terhadap Kedua korban yang merupakan anak dan istrinya. "Awal mula diketahui saat saksi atas nama Andra yang merupakan tetangga Korban, rumahnya digedor oleh TSK yang hendak meminta tolong dengan kondisi mulut berdarah dan leher terikat oleh tali. Saksi Andra kemudian mengantar TSK ke rumah bidan untuk mengobati TSK. Di perjalanan ke rumah bidan, TSK mengatakan bahwa TSK sedang ada masalah keluarga dan ingin bunuh diri dan setelah TSK berobat, TSK diantar kembali ke rumahnya oleh saksi namun tidak sempat masuk ke rumah korban dan langsung pergi menggunakan mobil kijang kapsul warna merah dengan No Pol BG 1191 JF. Karena merasa curiga, saksi Andra masuk ke rumah korban yang tidak terkunci dan ditemukan kondisi korban atas nama Yuti dan Rajata sudah meninggal dengan luka di kepala," demikian dijelaskan  Kapolsek Betung AKP Toto Hernanto, Senin (27/7).

AKP Toto Hernanto membenarkan bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap istri dan anak di Desa Taja Mulya, Philip IV, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Toto menuturkan, motif dari pembunuhan tersebut ialah tersangka pernah dilakukan rehabilitasi dalam hal penggunan narkoba sebanyak 2 kali di Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN Palembang sehingga mengalami gangguan kejiwaan. "Semenjak tersangka Rendy keluar dari rehabilitasi memang ada kelainan gangguan," kata AKP Toto.

Sebelumnya, tersangka sempat hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun rumput dan gantung diri di belakang rumah dan di ruang tamu namun gagal karena tali yang hendak digunakan putus. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MS, tersangka dan dua korban akan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang. "Tidak jadi dibawa ke RS Bhayangkara karena keluarga korban tidak berkenan diautopsi. Sebaliknya, tersangka sudah berhasil diamankan dan saat ini sedang dirawat," ujar narasumber yang enggan disebutkan namanya ketika ditanya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun korban adalah Yuti Kontesa usia 30 tahun, ibu rumah tangga yang berdomisili di Dusun Tajamulya Betung RT 01/01. Sedangkan anaknya yang juga jadi korban bernama Rajata Baikal usia 3 tahun. Tersangka Rendy Arista sendiri merupakan karyawan swasta yang depresi karena diberhentikan bekerja terkait pandemi covid 19. Kedua korban diduga dibunuh dengan cara dihantam dengan tabung gas elpiji 3 kilo. Hal ini dibuktikan dengan adanya barang bukti tabung gas di dekat kedua korban. Berdasarkan hasil olah TKP, kedua korban dibunuh dengan cara dipukul dengan menggunakan tabung gas elpiji yang dikuatkan dengan ditemukan tabung gas elpiji 3kg di samping Korban dan korban mengalami luka dibagian kepala. TSK Rendy sempat direhab sebanyak 2 kali berkaitan dengan kecanduan narkoba dan diberhentikan dari pekerjaannya karena Covid 19 diduga mengalami stress atau depresi. Kita juga berhasil mengamankan barang bukti 1 buah tabung gas," kata AKP Toto. (ydp/ly)