Tewas Dibantai Dua Laki-laki tak Dikenal

Tewas Dibantai Dua Laki-laki tak Dikenal

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA,- Pembantaian kembali terjadi, kali ini terjadi di halaman teras Musolah Abaddan Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang. Membuat korban Muslim Ansori bin H A Kosasi (40) tewas bersimbah darah dalam perjalanan ke rumah sakit, Rabu (22/7) pukul 11.30 Wib.

Korban Muslim, warga Jalan Ratu Sianum No 54 Rt 41 Rw 14 Kelurahan 3 Ilir Kecamatan IT 2 Palembang. Berdasarkan informasi di lapangan sebelum kejadian, korban Muslim yang saat itu duduk di depan musolah bersama tiga orang saksi yang tak lain kerabatnya.

Kemudian datang sepeda motor dengan dua orang laki-laki mengunakan helm, turun sambil menenteng senjata tajam (sajam) jenis celurit dan senjata api rakitan (senpira), langsung menyerang korban dengan membabi buta. Akibatnya korban mengalami luka tembak di kepala, luka bacok di pergelangan tangan sebelah kiri, dan luka tembak di bagian selangkangan sebelah kanan korban.

Akibat luka yang dialami korban begitu parah, membuat nyawa korban tak tertolong lagi saat warga berusaha mengevakuasi korban ke RS Boom Baru Palembang. Guna proses penyelidikan jenazah korban dievakuasi ke Instalansi Forensik RS Bhayangkara Palembang. 

Kapolsek IT 2 Palembang Kompol Mario, diwakili Kanit Reskrim Ipda Ledi. Membenarkan peristiwa berdarah yang terjadi di depan Musolah Abadan, "Benar kita mendapat informasi adanya pengeroyokan yang berakibatkan korban meninggal dunia, setelah kita lakukan pengecekan korban mengalami luka di kepala dan di lengan kiri, dan ditembak di paha kanan," ungkap Ipda Ledi.

Saat ini petugas masih melakukan pengembangan atas kasus tersebut. Mengingat dua pelaku pengeroyokan yang membuat korban tewas belum diketahui. "Pelakunya ada dua datang mengunakan motor langsung turun, langsung nembak dan bacok korban, di depan musolah. Untuk pelaku belum diketahui identitasnya, di sekitar korban kita temukan dua proyektil peluru,"  jelas Kanit Reskrim.

Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau kepada dua pengeroyokan yang membuat korban meninggal dunia. "Untuk dua pelaku agar segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat, saat ini kasus masih kita dalami, sementara jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara," ujar Ipda Ledi.

Sementara itu salah seorang saksi, masih keponakan korban, yang saat itu sedang duduk bersama dengan korban di depan Musolah Abaddan, mengatakan jika dirinya tak kuasa membela atau menolong karena kebrutalan dua pelaku. "Motor itu langsung stop dan langsung kapak mamang aku (korban), waktu aku dekati dia (pelaku) langsung keluarkan pistol langsung nembak, pelaku itu dua orang pake helm, pistolnya kecil, mamang aku langsung tesungkur, langsung lari mereka," jelas Ferry Oktoro (30) warga Jalan Sultan Agung Lorong Mushola Abaddan Kelurahan 1 Ilir Kecamatan IT 2 Palembang.

Sementara itu. Jenazah korban Muslim Ansori, yang berada di Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, sekitar pukul 17.00 Wib dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah guna mengetahui penyebab kematian korban, yang dipimpin langsung oleh dr Indra Sakti Nasution. "Tadi kita melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Muslim, hasilnya terdapat luka tembak ke luar dan ke dalam, pada bagian kepala dan selangkangan kiri dan kanan, dan juga sepertinya korban ini sempat melakukan perlawanan di mana lengannya terdapat sabetan senjata tajam, penyebab korban meninggal karena luka tembak di kepala," ujar dr Indra Sakti Nasution.

Oleh pihak keluarga jenazah korban sekitar pukul 18.10 Wib langsung dibawa ke rumah duka. (Ly)