Tahanan Rutan Pakjo Gantung Diri

Tahanan Rutan Pakjo Gantung Diri
foto: IST - Mayat yang dievakuasi petugas dari Rutan Pakjo Palembang

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Boby Saputra (28) seorang tamping, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam ruang Pangkas Rambut Rutan Klas 1a Pakjo Palembang, Sabtu (20/2) sekitar pukul 09.12 Wib. Korban Boby, warga Jalan Perindustrian 2 Lampung Sukadamai Kecamatan Sukarami Palembang, pertama kali ditemukan pihak Rutan saat sedang melakukan kegiatan rutin pengecekan tahanan. 

Saat petugas Rutan berada di bagian Pangkas Rambut, petugas menemukan korban sudah dalam posisi gantung diri di kayu plapon ruangan mengunakan kain panjang warna merah.

Kepala Rutan Klas 1a Pakjo Palembang, Mardan SH membenarkan jika ada tahanan di Rutan Klas 1a Palembang gantung diri, yang bersangkutan merupakan tahanan atas kasus 365. "Iya benar, atas nama Bobi dia tamping di salon, yang bersangkutan ditemukan gantung diri di sana,"ungkap Mardan SH.

Dijelaskan Kepala Rutan Klas 1a Palembang, bahkan korban merupakan narapidana kasus 365 KUHP dengan vonis hakim 2 tahun 6 bulan. "Korban merupakan narapidana kasus 365 masuk ke Rutan pada tanggal 01 Oktober 2020, kesehariannya sebagai tamping pemangkas rambut di dalam Rutan Pakjo," jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi Muhammad (34) warga Jalan Ali Gatmir Kelurahan 3 Ilir Palembang ini kepada petugas kepolisian, mengatakan jika dirinya sempat melihat korban membuka ruangan pangkas rambut. "Dia (korba -red) sempat melihat membuka ruangan pangkas rambut sekitar pukul 07.30 Wib, waktu datang lagi ke ruangan melihat dia sudah dalam keadaan gantung diri," ujarnya.

Oleh petugas Rutan Klas 1a Palembang, langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dalam hal ini Polsek IB 1 Palembang dan tim Inafis. Setelah mengevakuasi jenazah korban, petugas akhirnya membawa jenazah korban ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Akhirnya jenazah korban Boby dilakukan pemeriksaan luar yang dipimpin oleh Kompol dr Mansuri, pemeriksaan berlangsung hampir satu jam dari hasil pemeriksaan dinyatakan jika korban meninggal murni gantung diri karena petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Tadi kita melakukan pemeriksaan luar seorang laki-laki, dari Polsek IB 1 Palembang, dari pemeriksaan korban meninggal murni gantung diri karena kita menemukan jejas (tanda jerat) di leher, kalau luka yang lain kita tidak menemukan," jelas dr Mansuri. (Ly).