Tabrakan Kapal di Perairan Upang Induk Banyuasin

Tabrakan Kapal di Perairan Upang Induk Banyuasin

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA- Kembali terjadi, kecelakaan di perairan, kali ini tabrakan terjadi antara Kapal tanker Kirana Quartiya Singapore dengan Kapal MS Andi Saputra, Jumat (10/7) sekitar pukul 23.30 Wib.

Dari tabrakan yang terjadi di perairan Upang Desa Upang Induk Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), tidak terdapat korban jiwa, hanya kerusakan berat pada Kapal MS Andi Saputra yang karam di perairan setelah ditubruk diduga oleh Kapal Tengker Kirana Quartiya Singapore. Mendapat informasi dari masyarakat bersama anggota Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel, melalui Pangkalan Sandar yang saat itu sedang patroli, dengan mengunakan Kapal Polisi 1027 Upang, petugas langsung menuju lokasi tubrukan.

Direktur Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Sumsel Kombes Yohanes Sismadi Widada membenarkan jika terjadi laka yang menyebabkan Kapal MS Andi Saputra tenggelam. "Iya benar, adanya laporan masyarakat, saya langsung perintahkan anggota, kapal membawa kayu gelam sebanyak 3.650 batang ditubruk, semua ABK kapalnya selamat, "ungkap Kombes Yohanes Sismadi Widada, Minggu (12/7).

Berdasarkan informasi di lapangan. Jika Kapal MS Andi Saputra yang saat itu bermuatan kayu gelam berlayar dari Muara Padang menuju Kenten Laut Banyuasin. Setiba di TKP tiba- tiba datang Kapal Tangker Kirana Quartya Singapura datang dari arah ambang luar dengan tujuan Palembang, karena tidak dapat dihindari sehingga tubrukan.

Masyarakat di pesisir sungai bersama Anggota Pangkalan Sandar Upang, bergotong royong membantu menyelamati korban yang ada di Kapal MS Andi Saputra. Diketahui Kapal MS Andi Saputra, dinakhodai oleh Zulfikat bin Sanusi (29) warga Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, bersama dengan 3 Anak Buah Kapal (ABK) yaitu Samsul Bahri bin Abdullah (40), Sodir bin Samian (28) dan Abdi Saputra (20) ketiganya warga Tanjung Baru Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin ini semuanya selamat. Untuk korban jiwa dan proses hukum dikatakan Kombes Pol Yohanes pihaknya masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi. "Dari laka  ini tidak ada korban jiwa hanya Kapal MS Andi Saputra yang tengelam. Saya masih memerintahkan anggota melakukan pendalaman, ini baru berdasarkan pengakuan ABK, kasus masih penyelidikan pemeriksaan saksi, " jelasnya. (Ly)