Sumsel Ikut Sukseskan UKA BAN -SM 

Sumsel Ikut Sukseskan UKA BAN -SM 
Ketua BAN SM Sumsel Drs Sutarman MM

* Serentak se-Indonesia
* Diikuti 10.600 Asesor secara Daring
* Sumsel Ikut 309 Peserta

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Badan Akretasi Nasional (BAN) Sekolah Menengah (SM) sukses menggelar Ujian Kompetensi Asesor (UKA) yang dilaksanakan serentak se-Indonesia, Sabtu (20/6). Sumsel ikut andil dalam menyukseskan gelaran ini dengan mengikutsertakan peserta sebanyak 309 peserta. Demikian disampaikan Ketua BAN SM Sumsel, Drs Sutarman, MM via pesan WA, Minggu (21/6).

Menurut Sutarman, seleksi UKA ini sangat berkualitas, pertama dan terbesar di Indonesia yang dilaksanakan secara daring (online).
BAN-S/M melaksanakan uji kompetensi asesor (UKA) sekolah/madrasah secara daring terhadap 10.600 asesor dari 34 provinsi. Uji kompetensi ini meliputi aspek kognitif dan non-kognitif yang dilaksanakan secara daring masing-masing selama 140 menit dan 80 menit dengan pengawasan melalui kamera web peserta. "Untuk Sumsel diikuti 309 peserta yang pelaksanaan berlangsung secara bersamaan dengan peserta lainnya seluruh Indonesia, dari peserta yang lulus nantinya akan dilanjutkan dengan pelatihan asesor dengan perangkat IASP 2020 dengan kuota pelatihan 150 orang, sedangkan untuk peserta yang lulus tapi belum ikut pelatihan tahun 2020 maka akan dilatih di tahun 2021. Bagi peserta yang lulus pelatihan akan diberi sertifikat asesor IASP 2020 dan berhak untuk melakukan asesmen bagi Satuan Pendidikan Sasaran Akreditasi," ujarnya.

foto: IST
Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi Asesor secara online pada Sabtu (20/06) kemarin. Terlihat aktifitas semua peserta terpantau pihak pengawas dan BAN-SM, sehingga sulit terjadi kecuranga
n.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu 20 Juni 2020, BAN-SM sukses menyelenggarakan uji kompetensi asesor (UKA) serentak se-Indonesia dan diikuti sebanyak 10.600 asesor secara Daring. Apalagi pelaksanaan UKA online yang melibatkan peserta terbanyak pertama di Indonesia tersebut berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Hal ini jelas menjadi sesuatu kebanggaan bagi institusi BAN-SM, selain karena baru pertama digelar uji kompetensi asesor Daring dengan pengawasan yang sangat ketat lewat webcam.

Ketua BAN-SM, Dr. Toni Toharudin, M.Sc mengatakan bahwa pihaknya bersyukur, karena berhasil melaksanakan uji kompetensi asesor (UKA) se Indonesia secara online tanpa kendala berarti. Apalagi pelaksanaan UKA secara online ini merupakan yang pertama di Indonesia yang terbanyak digelar dengan pengawasan ketat. Apalagi semua aktifitas peserta terpantau lewat video webcam dengan pengawas tingkat provinisi maupun pusat.

“Alhamdulillah pelaksanaan uji kompetensi asesor (UKA) yang diikuti 10.600 orang secara online berjalan lancar. Ini pertama di Indonesia pelaksanaan UKA online yang dipantau secara langsung lewat webcam,” ujar Toni saat dihubungi kemarin. Dikatakan Toni, meteri UKA online ini berupa materi tes kognitif dan non kognitif, diharapkan dapat menjaring asesor yang bisa menyesuaikan paradigma baru akreditasi.

Dijelaskan Toni, ada yang berbeda dari pelaksanaan ujian online lainnya. Dimana selama ujian berlangsung, aktivitas peserta akan direkam melalui kamera yang ada pada perangkat ujian peserta. Apabila aktivitas peserta tidak bisa terlihat melalui kamera, pengawas dapat menghentikan ujian peserta dan peserta dianggap telah menyelesaikan ujian. “Bila webcam tidak aktif atau terpantau ada orang lain yang membantu, maka peserta tersebut langsung didiskualifikasi dari UKA Online,” tegasnya.  

Pada kesempatan itu juga Toni menjelaskan bahwa materi uji kompetensi asesor tahun 2020 dengan 2 paket ujian yaitu kognitif dan non kegnitif. Ujian kognitif selama 150 menit yang terdiri dari TKB dan kompetensi. Lalu ujian non-kognitif selama 120 menit yang terdiri dari materi kepribadian, karakter dan integritas.

Toni juga menjelaskan, pada saat UKA online peserta harus menyiapkan laptop dengan fasilitas kamera (webcam) aktif, yang terkoneksi secara stabil dengan internet. Lalu KTP dan kertas kosong ditunjukkan ketika pengambilan foto peserta pada saat login pada sistem ujian.

Peserta harus dalam posisi duduk sendiri dalam ruangan tertutup dan tidak ada gangguan atau intervensi dari orang lain. Pengawas akan mengecek kesesuaian identitas yang tampil di layar perangkat ujian. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, maupun catatan lain, alat komunikasi seperti telepon seluler selain perangkat yang akan digunakan ujian, jam tangan (arloji), kamera dan sebagainya. (saf/net)