Sukses Capai Target PBB dan BPHTB

Sukses Capai Target PBB dan BPHTB
teks:IST- Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Banyuasin Supriadi, SE, MStr

BANYUASIN, MEDIASRIWIJAYA - Dalam upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banyuasin untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak cukup memuaskan. Lantaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada akhir tahun 2020 mencapai target. Terhitung Januari hingga November 2020 ini telah memenuhi target, untuk PBB terkumpul sebesar Rp.23.677.598.418 dan penerapan BPHTB sebesar Rp.35.977.985.933, meskipun saat ini situasi dilanda pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Banyuasin Supriadi, SE, MStr menjelaskan target PBB meningkat, sesuai target induk 2020 senilai Rp 20.000.000.00. Pada Terget perubahan 2020 menjadi Rp.22.500.000.000. Sampai dengan bulan lalu menjadi 22.834.435.053 ditambah bulan ini Rp.843.163.418, dan sampai saat ini menjadi Rp.23.677.598.418."Hasil capaian yang didapat dari Pajak Bumi dan Bangunan terhitung dari Januari-November 2020 saat ini telah telah terealisasi sebesar 23.677.598.418 dari target yang ditetapkan Pemkab Banyuasin Rp 20.000.000.000," ujar Supriadi. Pada tahun ini juga, sambung Supriadi ada peningkatan pendapatan dengan mengoptimalkan dari penerimaan pajak BPHTB. Dimana terget induk 2020 sebesar 39.000.000.000, pada target perubahan 2020 menjadi 39.000.000.000 sampai dengan bulan lalu sebesar 33.974.238.172 ditambah bulan ini 2.003.747.761 dan sampai saat ini menjadi 35.977.985.933. "Meskipun hasil capaian yang diterima itu belum genap satu tahun, kami tetap optimis pada 2020 ini bisa tercapai target sebesar Rp.39.000.000.000 hingga akhir tahun nanti,"ungkapnya. Alhamdulillah, diucapkan Supriadi, selama dua tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin, ada peningkatan yang cukup signifikan terhadap sektor pendapatan daerah. Meski Bapenda baru berdiri sebagai OPD tersendiri pada April 2019, namun prestasinya cukup membanggakan. Jika diakumulasikan pernafasan tahun sebelum, diterangkan Supriadi pendapatan daerah ada peningkatan yang cukup signifikan. Pendapatan daerah yang ditarget pada tahun 2018 sebesar Rp 61.394.751.000, mampu terealisasi sebesar Rp 82 Miliar lebih. “Sedangkan di tahun 2019 ditarget sebesar Rp 79.693.191.200 pada anggaran induk, pada anggaran perubahan menjadi Rp 99.933.147.350 dengan realisasi sebesar Rp 127.707.903.947.50 Peningkatan pendapatan daerah ini berasal dari 11 sektor pajak daerah,” jelas Supriadi.

Sementara, untuk tahun 2020, Bapenda Banyuasin menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp 126.025.000.000 dan hingga September 2020. Hingga September telah mengantongi pendapatan daerah sebesar Rp 99.539.642.833 atau baru terealisasi sebesar 79,02 persen. “Kita tetap optimis bisa mampu mencapai target karena masih ada waktu 3 bulan tersisa. jika dengan kondisi refocusing anggaran akibat dampak Covid-19, tidak begitu berpengaruh pada pendapatan daerah. Hanya saja dibeberapa sektor pajak yang sangat terpengaruh, misalnya pajak hotel, restoran, pajak hiburan. Sedangkan untuk pajak PBB dan BPHTP sudah terealisasi cukup besar," bebernya. Agar target yang dipasang dapat tercapai dengan baik. Supriadi menerangkan jika pihaknya terus mendata objek pajak yang cukup potensial dengan tetap memprioritas objek pajak yang sudah ada. Upaya-upaya itu dilakukan antara lain melakukan kajian tiru ke provinsi tetangga untuk menggali potensi pendapatan daerah lainnya. Menggelar berbagai penemuan selama masa pandemi Covid-19, dengan melakukan penemuan secara video conference dengan berbagai instansi. “Mudah-mudahan dengan program yang kami jalankan sejauh lni bisa mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin. Banyuasin bangkit, adil, dan sejahtera,” tandasnya. (ydp)