Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Kerjasama Poltekes Palembang dan Komisi IX DPR RI

Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Kerjasama Poltekes Palembang dan Komisi IX DPR RI
Foto: repi - Foto bersama usai kegiatan sosialisasi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Menyikapi wabah covid 19 yang masih menghantui dunia sejumlah upaya dilakukan. Seperti dilakukan oleh Poltekes Kemenkes Palembang ini.  Direktur Poltekes Palembang M.Taslim dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini menggandeng sejumlah elemen dalam gerakan masyarakat hidup sehat. Poltekes Palembang ditugaskan bekerjasama dengan komisi IX di dua daerah yang membidangi kesehatan. "Semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi masyarakat,"jelas Taslim, Jumat (23/10) di Hotel Dharma Karya.

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH dalam sambutannya mengatakan serangan covid 19 yang diperkirakan hanya beberapa bulan melanda ternyata masih tetap berlangsung bahkan di dunia luar sudah memasuki fase kedua. "Sementara kita fase pertama saja belum selesai. Saat memasuki new normal malah kita kecolongan hingga mencapai ke angka 32. Ini terjadi juga karena simpang siurnya pemberitaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari pengaruh Covid 19,"harapnya.

Pada kesempatan ini anggota DPR RI komisi IX. Sri Meliyana menyerahkan bantuan berupa dua unit Thermogun berikut alat tempat pencuci tangan.
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH diwakili Sekda dalam sambutannya menjelaskan corona meluluhlantakan sendi- sendi kehidupan bahkan negara maju Paman Sam, Sang Adidaya Amerika pun terdampak oleh Covid 19. Lanjut Sekda, untuk Pagaralam terkonfirmasi positif hingga kini sebanyak 25 orang dengan rincian bergejala 13 tanpa gejala 12 orang. "Di antara 25 yang positif sebagian sudah sembuh namun ada juga yang meninggal,"urainya.

Sekda mengatakan kendala penanganan covid 19 di Pagaralam masih banyak masyarakat yang tidak mau tahu dan tidak percaya, dengan alasan ini siasat dagang Amerika, ajal itu sudah ketentuan. "Sebagian masyarakat berpendapat demikian. Dan Golongan kedua, percaya adanya covid tetapi protokol kesehatan (Prokes) tidak dipatuhi. Inilah sejumlah kendala yang dihadapi,"urai Sekda Kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian di hadapan peserta sosialisasi Protokol kesehatan yang dipusatkan di ruang rapat Dinas Kesehatan, Rabu (21/10) lalu.
Kendala lainnya ungkap Sekda terlambatnya memperoleh hasil swab karena Laboratorium Balai Kesehatan Palembang melayani 17 kabupaten kota.
Kegiatan Sosialisasi Prokes diikuti oleh perwakilan masyarakat, tenaga kesehatan, pendidik dengan membutuhkan tanda tangan di tempat yang telah disediakan. Tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan, Desi Elviani, Kasatpol PP tamu dan undangan penting lainnya.(Rep)