SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang Gelar wisuda dan Angkat Sumpah

SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang Gelar wisuda dan Angkat Sumpah
Kepala Sekolah SMK Kesehatan Athalla PutraAnja Anggara, S.Pd.,M.Pd

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - SMK Kesehatan Athalla Putra Palembang menggelar kegiatan wisuda dan angkat sumpah bagi asisten tenaga kesehatan. Kegiatan ini digelar secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan. Wisuda angkatan ke-5 ini dilaksanakan di Gedung Grand Atyasa, Minggu (26/7).

Pembina Yayasan dr yuri Kamila, SpOG,MSc .US MARS

Selain para wisudawan, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan wali murid serta alumni. Menerapkan physical distancing yang ketat dan pembatasan peserta sesuai protokol kesehatan, pengukuhan siswa tetap melibatkan seluruh lulusan. Caranya dengan menghubungkan secara daring melalui aplikasi virtual dalam pengambilan angkat sumpah bagi asisten tenaga kesehatan. Dipandu oleh DR Gunarmi sebanyak 45 siswa mengucapkan sumpah untuk mengabdi di tengah masyarakat/
Pembina SMK Kesehatan Athalla Putra, Pembina Yayasan dr Yuri Kamila menjelaskan pada wisudawan dan Wisudawati tahun ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebanyak 45 siswa yang lulus tahun ini terdiri dari dua jurusan yaitu farmasi dan keperawatan.
"Gedung yang memiliki kapasitas untuk 500 orang hanya dihadiri sekitar 150 orang. Artinya jumlah yang hadir tidak sampai 50 persen dan itu syarat dalam penerapan protokol kesehatan," ungkapnya.

SMK Kesehatan Athalla Putra ini juga merupakan sekolah kesehatan satu-satunya yang sudah terakreditasi A dan telah Go International. "Setiap alumni sudah mendapat sertifikat kompetensi yang diakui di 11 negara," urainya. 

Sekolah yang berdiri pada 2012 ini pertama kalinya hanya menerima kelas eksklusif yang diikuti oleh 5 siswa saja yang mengambil jurusan farmasi.
Namun animo para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di SMK Kesehatan tinggi maka dibuka kelas keperawatan dan akan menyusul dalam waktu dekat Jurusan Analis Kesehatan. Selain itu sekolah ini juga bekerjasama dengan rumah sakit besar di Sumsel serta mengirimkan seluruh siswa ke Kampung Inggris di Kediri dalam melaksanakan PKL.

Di tempat yang sama, Anja Anggara, S.Pd.,M.Pd Kepala Sekolah SMK Athalla Putra mengatakan bahwa lulusan SMK Kesehatan Athalla Putra ini dapat meneruskan ke Perguruan Tinggi dan kami berharap juga untuk dapat bekerja pada bidangnya yang sesuai dengan jurusannya. "Alhamdulillah anak-anak didik kita yang belum tamat sekolah tetapi sudah diminta oleh beberapa perusahaan seperti apotik dan pabrik obat dan sudah kita salurkan jadi kami pastikan anak- anak kami ini yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi itu hampir 90 persen bekerja di tempat yang sesuai dengan program mereka masing- masing. Harapan saya yang terpenting mereka dapat menjaga nama baik sekolah dan almamaternya. Lulusan SMK Kesehatan ini dapat dipastikan hampir 90 persen sudah siap kerja dan makanya kita di dalam setiap perekrutan itu tidak diterima semuanya. Makanya kita tetap membatasi dan di seleksi setiap tahun kita bisa terima siswa 120 orang siswa per tahun. Sedangkan  untuk siswa yang berprestasi secara rekomendasi khusus pertama anak itu sudah direkomendasikan khusus ke Perguruan Tinggi Negeri dan sebenarnya yang berprestasi ini diminta juga oleh beberapa perusahaan dan lebih memilih kuliah," ujarnya.

Anja Anggara juga menambahkan bahwa yang membedakan antara SMK Kesehatan dengan SMK umum adalah SMK umum mungkin lebih cenderung ke Dinas Pendidikan dan SMK Kesehatan ini regulasinya kepada Dua Kementerian yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan yang diatur di dalam Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 80 tahun 2016 yang mengatur tentang bagaimana kerja Parmasi dan bagaimana kerja perawat dan bagaimana kerja perawatan gigi semuanya diatur dalam Permenkes tersebut.

Sementara itu, Desi Alia Paradika siswi yang berprestasi dari jurusan keperawatan ini ketika diwawancarai usai pelaksanaan wisuda menyatakan rasa syukur. "Alhamdulillah dengan nilai yang saya dapatkan ini ternyata cukup memuaskan. Artinya apa yang selama ini saya belajar membuahkan hasil dan prestasi yang saya dapatkan ini cukup membanggakan bagi diri saya, orang tua dan para guru yang telah memberikan pelajaran kepada kami. Pesan saya kepada adek-adek kelas saya belajarlah dengan sungguh- sungguh dan hargailah gurumu," kata Desi.

Desi Alia Paradika ini diterima di Perguruan Tinggi Negeri Poltekes Kemenkes Palembang. (dre)