Simpan di Ban Serep, Modus Angkut Narkoba

Simpan di Ban Serep, Modus Angkut Narkoba
foto: IST - Tersangka yang diamankan Polres PALI

PALI, MEDIASRIWIJAYA -- Jajaran unit Reserse Narkoba Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibantu Polsek jajaran berhasil menangkap dua orang kurir narkoba dengan barang bukti terbanyak didapat jajaran Polres PALI. 

Salah seorang kurir narkoba, Samsudin (39) warga Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI ditangkap di depan Mapolsek Penukal Utara beserta satu unit mobil pick up yang masih profit. 

Tersangka kedapatan membawa muatan serbuk putih dua kantong diduga narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 81,93 gram dan 10,14 gram yang disembunyikan di ban serep mobil. 

Selain itu, Satres Narkoba Polres PALI juga berhasil menangkap Ahmad Haris warga Simpang Tanjung Kabupaten Muara Enim di Jalan Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi pada Jumat (12/2).

Karena yang bersangkutan membawa serbuk putih diduga Narkoba jenis sabu-sabu seberat 34,27 gram yang diletakkan di dashboard sepeda motor jenis matic. 

"Alhamdulillah, ini tangkapan terbesar kita. Dua pelaku ini merupakan kurir. Keduanya dikenakkan Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman penjara seumur hidup dengan denda Rp 1 Miliar," ungkap Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi SIk didampingi Kasat Narkoba AKP Andri Noviansyah, Selasa (16/2).

Rizal menyebutkan bahwa penangkapan pelaku itu berkat adanya informasi masyarakat akan adanya transaksi narkoba. "Informasi itu langsung kita selidiki dan berhasil kita tangkap pelaku serta barang buktinya. Kita menegaskan akan terus memburu bandar yang lebih besar lagi agar peredaran narkoba di PALI bisa ditekan," tukasnya. 

Dijelaskan, bahwa jalur masuk PALI - Muba akan diperketat karena disinyalir menjadi akses keluar masuk barang haram tersebut. "Kita perketat pengawasan di jalur itu," katanya.

Sementara itu, tersangka Samsudin mengaku bahwa dirinya baru sekali itu menjadi jasa pengiriman narkoba. "Aku disuruh seseorang untuk mengambil barang ini dari Air Itam untuk di kirim ke Muba, jasa angkut sebesar Rp 2 juta sekali kirim, barang tersebut aku sembunyikan di ban serep mobil," katanya. 

Ayah empat anak ini mengaku menggunakan mobil yang baru sebulan ia beli lantaran sekaligus untuk menjual sayur. "Saya beli mobil ini hasil jual kebun pak. Ini untuk jual sayur. Saya baru pertama kali disuruh antar barang ini," katanya. (net)