Sidang Mantan Kepala Puskesmas Ngulak Kembali Digelar

Sidang Mantan Kepala Puskesmas Ngulak Kembali Digelar
Foto: Pen - Hj Nurmalah SH MH bersama tim saat mengikuti persidangan yang digelar virtual zoom

* Kasus Dugaan Korupsi Dana Kapitasi

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Sidang terdakwa mantan Kepala Puskesmas Ngulak Muba kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang dengan virtual zoom, Rabu (11/11).

Terungkap di persidangan dari saksi-saksi bendahara yang Siti Aminah & Sartina memang benar ada pemotongan, tapi kedua saksi mengikhlaskan  adanya pemotongan tersebut, karena digunakan untuk operasional. Begitu juga saksi-saksi lainnya pada pokoknya menerangkan tentang keberatan, bahwa ketika ditunjukan surat pernyataan tidak keberatan dananya dipotong, semua saksi membenarkan tanda tangan dalam surat pernyataan tersebut dan ikhlas dananya dipotong.

Posisi Terdakwa SO yang berada di Lapas Sekayu di persidangan secara virtual didampingi Penasehat Hukum yang diketuai Hj. Nurmalah, S.H,M.H bersama timnya Megawati Prabowo,S.H,M.Kn dan Elda Mutilawati, S.H,M.H yang saat sidang sedang berada di Kantor Cabang Semarang.

Terdakwa SO menyampaikan keberatan/tanggapan atas keterangan saksi-saksi yang dihadirkan di sidang antara lain keberatannya disampaikan yaitu sebelum terjadi pemotongan dana kapitasi terlebih dahulu dirembukan dan dimusyawarahkan dengan senior-senior di Puskesmas Ngulak dan saksi-saksi mengetahui, dan menyetujui akan adanya pemotongan. Setelah menggelar sidang lebih kurang 3 jam, akhirnya Majelis Hakim menunda sidang sampai tanggal 16 November 2020, untuk melanjutkan keterangan saksi-saksi. 

Usai sidang Hj. Nurmalah,S.H,M.H, mengatakan bahwa kalaupun ada pemotongan tentang dana kapitasi untuk pegawai/dokter di Puskesmas Ngulak, dan yang bersangkutan (saksi-saksi), maka itu bukanlah melakukan Tindak Pidana Korupsi. "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada hakim seobjektif mungkin memutus perkara ini," ujar Nurmalah yang juga sebagai Ketua DPC Peradi kota Palembang.

Sebelumya sudah 4 kali dugaan kasus korupsi yang mengharuskan SO duduk di kursi pesakitan pada Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Palembang. Terdakwa SO didakwa melanggar pasal PRIMAIR: Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. SUBSIDAIR Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. LEBIH SUBSIDAIR Pasal 8 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. LEBIH LEBIH SUBSIDAIR Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah di ubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

SO adalah mantan Kepala Puskesmas Ngulak menjadi Terdakwa karena diduga memotong dana Kapitasi BPJS untuk tenaga medis dan non-medis pada Puskesmas Ngulak Kabupaten MUBA Sumsel pada persidangan tanggal 3 November 2020 yang diketuai oleh Abu Hanifah, Jaksa Penuntut Umum, Chandra, SH, menghadirkan para saksi di antaranya dr. ROCHMAH TUTIK, dr. BAYU MURDALIN  (Kepala Puskesmas Ngulak), serta beberapa saksi lain. (pen)