Serapan Program PEN Masih Rendah, Arniza Nilawati Serap Aspirasi Penggiat Sosial Kabupaten MUBA

Lampung, mediasriwijaya.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Sumatera Selatan Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengundang para penggiat sosial dari Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) untuk bersilaturahmi sekaligus juga melaksanakan agenda resesnya, ke berbagai destinasi wisata di Provinsi Lampung, diantaranya Pulau Pahawang, Pulau Legian Besar dan Pulau Legian Kecil yang indah dan eksotik.

Ajang silaturahmi sekaligus dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi tersebut dilangsungkan pada Senin (20/12/2021). Pada momen saat mengunjungi pulau Legian Kecil di arah barat daya Provinsi Lampung, Anggota Komite IV DPD RI Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengajak para penggiat sosial dari empat kecamatan, diantaranya dari Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Sungai Lilin, Kecamatan Tungkal Jaya dan Kecamatan Sangat Desa, untuk membicarakan terkait tema realisasi penggunaan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerahnya masing-masing.

Menurut Arniza Nilawati, S.E., M.M., hal ini sangat penting untuk diketahuinya sebagai wujud tanggung jawabnya selaku wakil daerah, dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan UU No.17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, khususnya dalam hal penggunaan anggaran APBN untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ditekankan oleh Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan ini, bahwa berdasarkan catatannya, realisasi penggunaan Anggaran PEN pada triwulan ketiga tahun 2021 ini, baru sebesar Rp 277,36 triliun atau 37,2 persen. Itu jauh dari pagu yang dianggarkan sebesar Rp 744,75 triliun.

Dari angka-angka itu dapat dibaca bahwa serapan anggaran APBN khususnya untuk Program PEN masih rendah. Dalam konteks itulah Senator Arniza Nilawati, S.E., M.M., mengatakan, bahwa ia ingin mengetahui prihal tersebut, apa yang menjadi kendala dilapangannya. Sementara masyarakat sangat antusias dan berharap mereka dapat memanfaatkan program ini.

Senator Arniza Nilawati, S.E., M.M., juga menilai bahwa pemerintah perlu mencari solusi terkait dengan serapan anggaran APBN khususnya untuk Program PEN masih rendah tersebut. Tidak hanya itu, ia mendorong agar evaluasi juga segera dilakukan karena seharusnya bersamaan dengan pengawasan berkala.

Evaluasi yang perlu dilakukan, menurut Senator Arniza Nilawati, S.E., M.M., meliputi bagaimana kegiatan pengawasan berkala pada program PEN, termasuk bagaimana pendampingan program PEN mulai dari perencanaan, pencairan anggaran, dan pelaksanaan program di masing-masing kluster yang ada di kementerian/lembaga.

Kendati demikian, Senator Arniza Nilawati, S.E., M.M., berharap kedepan agar anggaran PEN ke depannya bisa dikelola secara lebih optimal. Serta tidak ada ketakutan berlebih dari pejabat pelaksana atau pembuat komitmen terhadap risiko berurusan dengan lembaga auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(RZP/Riil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.