Sapi Presiden Bikin Bangga Idil

Sapi Presiden Bikin Bangga Idil
Idil bersama sapi yang sudah dibeli Presiden untku dikurbankan pada Idul Adha mendatang

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Siapa yang tak bangga ketika barang dagangannya menjadi favorit Presiden RI. Begitulah dengan Idil Fitriansyah pemilik peternakan Dwikarya Fram yang berlokasi di Jalan Pangeran Ayin Lorong Trembesi Pedado Sako Palembang. Sang pemilik mengaku sangat senang dan bangga di tahun ini sapi yang ada di peternakannya untuk kedua kalinya dibeli Orang Nomor Satu di Indonesia.
“Rasanya sangat senang dan bangga, sapi di peternakan kami untuk kedua kalinya dibeli Presiden Jokowi, apalagi keputusannya baru diketahui kemarin sore, bahwa sapi jenis limosin ini sesuai kriteria, ” kata Idil, kemarin.

Presiden Joko Widodo membeli sapi kurban jenis Limosin untuk disumbangkan di Palembang, Sumatera Selatan. Sapi dengan bobot lebih dari 1 ton atau lebih tepatnya 1.193 Kg tersebut dibeli dengan harga Rp 85 Juta, yang mana rencananya sapi kurban Jokowi ini akan disembelih di Masjid Agung Palembang pada Hari Lebaran Idul Adha yang jatuh pada Jumat 31 Juli 2020 mendatang.
 
Lanjut kata Idil, Pemesanan sapi kurban ini langsung dari utusan Presiden Jokowi, yang mana  pihaknya mengikuti semua prosedurnya, mulai dari pengadaan, pelelangan semuanya langsung dari pusat dan juga diperiksa langsung oleh pihak Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pertahanan Pangan Provinsi Sumsel dan kota Palembang. “Untuk tahun ini, harga sapi limosin sama seperti tahun lalu yaitu Rp 85 juta dengan bobot seberat 1.193 Kg,” ujarnya.
Sapi yang dibeli Presiden Jokowi sudah dilakukan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari cek fisik, pengukuran suhu tubuh, pernafasannya, hingga bagaimana pemberian pakan guna memastikan sapi yang dipilih dalam kondisi sehat dan sesuai dengan syariat islam.
“Sapi pilihan Presiden ini berusia empat tahun, sapi ini  tidak didatangkan dari luar negeri, akan tetapi diternakan di Indonesia yang mana saya pelihara sejak masih kecil. sapi tersebut memiliki tekstur daging lebih padat dan lebih empuk jika dibandingkan dengan sapi lokal,”jelasnya.
Untuk tahun ini pihaknya, menyiapkan sapi kurban sebanyak 135 ekor dan hingga saat ini sudah terjual sebanyak 128 ekor, akan tetapi tahun ini ia mengaku mengalami penurunan, untuk tahun lalu ada 207 sapi kurban yang keluar, dan ia tidak menjual kambing kurban hanya sapi kurban saja dikarenakan pemeliharaan kambing lebih repot. 
“Untuk harga tahun ini mengalami kenaikan tapi kita mengikuti konsumen, tidak bisa kita kasih harga tinggi, karena kalau konsumen keberatan kita yang susah, jadi kita mengikuti harga konsumen, nanti kita sesuaikan dengan sapinya, semua sapi kita sudah lulus pemeriksaan kesehatan juga sesuai dengan syariat islam,”tuturnya. (ksm)