PSBB Lokal Bumi Agung 

PSBB Lokal Bumi Agung 
Foto: Repi - Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH

PAGARALAM, MEDIASRIWIJAYA - Pemkot Pagaralam menerapkan Pembatasan Sosial' Berskala Besar (PSBB) Kelurahan Bumi agung Kecamatan Dempo Utara. Langkah ini diambil karena meningkatnya warga yang terpapar Covid 19 hingga mencapai 32 kasus, bahkan kasus terakhir di wilayah Kelurahan Bumi Agung berujung dengan meninggalnya warga Bumi Agung. Dan aktivitas pasar mingguan (kalangan) distop untuk waktu yang belum ditentukan. Selain itu juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan oleh Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 kota Pagaralam dengan harapan dapat memutus penyebaran virus corona. Hal ini ditandaskan oleh Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH kepada awak media usai acara penyerahan sembako YBM PLN kota Pagaralam belum lama ini.

Sementara ini kegiatan jual beli di kalangan Bumi Agung ditiadakan untuk batas waktu yang belum ditentukan. "Bila masih dianggap perlu maka akan diperpanjang penyetopan aktivitas kalangan,"terangnya. Karena angka kasus covid 19 kian bertambah dan sudah 32 kasus, imbuhnya dan terakhir kasus 032 warga Bumi Agung meninggal. Lanjut Alpian, untuk keramaian atau persedakahan kita larang hingga Desember. "Sesuai dengan kondisi muncul Klaster Persedakahan makanya sesuai kesepakatan bersama dilarangnya mengadakan persedekahan,'urainya.

Sementara itu, Camat Dempo Utara Arjanggi Priatna menambahkan, pihaknya sudah membuat surat resmi yang ditujukan kepada masyarakat Dempo Utara untuk tidak melakukan atau menggelar acara persedekahan sesuai dengan Perwako nomor 30 tahun 2020 tentang Sanksi dan Penegakan hukum Satuan Tugas Penanganan Covid 19. "Ya kita sudah sebarkan pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan orang dan mematuhi protokol kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk kebaikan bersama, "pungkasnya (Rep)