Proyek Jembatan Rantau Bayur Jadi Sorotan Masyarakat

Proyek Jembatan Rantau Bayur Jadi Sorotan Masyarakat
MS/DARMA Tokoh Masyarakat Rantau Bayur Masohan MD

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA - Proyek lanjutan pembangunan jembatan di wilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin menurut Tokoh Masyarakat Rantau Bayur Masohan MD kurang pengawasan. "Jika menyikapi dari masyarakat desa, pekerjaan ini dinilai asal-asalan, karena kurangnya pengawasan. "Kemarin saya lihat jadwal mereka mau ngecor tetapi saat ini pemasangan besi pun belum siap. Di sini kita saksikan sendiri bahwa sampai detik ini pemasangan besi belum siap. Jelas warga awam saja melihat anyaman, susunan besi tak layak. Apalagi ahli bangunan proyek," ujarnya, Kamis (14/1).

Menurutnya, pengerjaan ini sangat meragukan dan sangat mengecewakan dirinya sebagai masyarakat. Jelas dilihat dari ikatan besi saja kurang baik. 

"Jika untuk ukuran besi itu sudah pas, akan tetapi jarak pemasangan besinya kurang pas, bahkan sampai ditiadakan sama sekali," ungkap Masohan yang meminta pihak terkait benar - benar mengawasi pekerjaan jembatan ini.

Harapan kami sebagai masyarakat untuk Dinas PU setidaknya mereka harus standby di lokasi pembangunan. Diakuinya untuk pemasangan besi di area laut itu di luar pemantauan. 

"Sepengetahuan saya belum ada orang PU yang memantau pemasangan besi untuk mengetahui bagaimana pekerjaannya yang sebenarnya," tutur Masohan yang bertanggungjawab terkait laporannya ke media.

Menurutnya, dari pengerjaan ini yang sangat mencurigakan yaitu tidak pernah melakukan pengecoran pada siang hari, setiap melakukan pengecoran pasti malam hari dan tidak ada pengawasan sama sekali.

"Meskipun ada pengawasan sepertinya pihak PU diam saja, untuk pengecoran panjang waktu itu ada pengawasan dari pihak PU tetapi melihat pengecoran, panjang dicampur lumpur dan dicampur air itu didiamkan saja oleh pihak PU," ungkapnya, seraya mengatakan dirinya bertanggungjawab atas keterangan ini dan apa pun bentuk protes dari proyek siap dihadapinya. 

Sementara itu, petugas pengawas pengerjaan proyek Bagong mengatakan untuk pemasangan besi itu memang belum dipasang. "Untuk pengecoran pada malam hari itu karena siang pemasangan besi belum siap, dan dilanjutkan pengecoran di malam hari," singkatnya. (ydp)