PPs UPGRI Palembang Gelar Pelatihan Penulisan Tesis

PPs UPGRI Palembang Gelar Pelatihan Penulisan Tesis
Foto: IST - Rektor Univ PGRI Palembang Dr H bukman Lian MM MSi saat memberikan materi kepada mahasiswa Program Pasca Sarjana univ PGRI Palembang

Gunakan Turnitin, Rektor Pastikan Lulusan UPGRI Bebas Plagiat  

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Sebanyak 121 mahasiswa program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang mengikuti pelatihan penulisan tesis Tahun akademik 2020/2021 dibuka langsung oleh ketua YPLP PT-PGRI Provinsi Sumsel Hj. Meilia Rosani, SH., MH, senin (23/11/2020) di Aula H. Aidil Fitri Syah Gedung Business and Science Center. Pelakasanaan pelatihan ini tetap dalam protokol kesehatan Covid-19. Semua peserta dan tamu undangan diwajibkan menggunakan masker ditambah dengan face  shield, sebelum memasuki ruangan para peserta juga diwajibkan untuk mencuci tangan dan  diukur suhu tubuh. Tak hanya itu, Jarak antar peserta juga diatur sesuai dengan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Foto: IST - Para mahasiswa Program Pascasarjana Univ PGRI Palembang saat mengikuti pelatihan penyusunan tesis.

Dalam laporannnya ketua pelaksana kegiatan Dr. Mulyadi, MA menyampaikan peserta pelatihan penulisan tesis berasal dari beberapa kabupaten kota mulai dari Palembang, Prabumulih, Pali, Ogan komering ilir, Ogan komering ulu, hingga Ogan Ilir. dengan menghadirkan 13 narasumber mulai dari dosen dilingkungan Universitas PGRI Palembang juga Rektor agar mahasiswa Program Pascasarjana dapat mengetahui dan memahami secara mendalam tentang bagaimana cara membuat, menyusun hingga melaporkan dengan baik dan berkualitas sehingga dapat menyelesaikan penulisan tesis tepat waktu dan sesuai rencana.

Plt Direktur Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang Dr. Syaiful Eddy, M.Si, menyampaikan dalam membuat tesis mahasiswa dianjurkan untuk menggunakan bahasa sendiri, hingga akan jauh dari kata plagiat. Karena bagi yang melakukan plagiat sanksi bukan hanya dari pihak Universitas saja. Namun juga dari kementerian bahkan sangsi terberat berupa pembatalan ijazah hal tersebut sesuai permendiknas No.17 tahun 2010 pasal 12 ayat 1. "Membuat tesis harus menggunakan bahasa sendiri, hingga akan jauh dari kata plagiat,"saran Syaiful Eddy.

Menurut Syaiful Eddy, penelitian harus menarik juga bersifat provokatif dalam arti positif.  Penelitian yang bagus adalah penelitian yang menarik untuk dibaca dan dipelajari untuk itu tentu butuh kemampuan bagi mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah yang aktual, syaiful eddy menyarakan lebih baik untuk  mahasiswa melakukan penelitian dengan masalah yang ada disekitar agar dapat dengan mudah mengakses data yang diperlukan juga mempunyai manfaat baik untuk insitusi maupun tempat dimana mereka bekerja.

Rektor Universitas PGRI Palembang Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si menyampaikan  kebijakan pembelajaran di Universitas PGRI Palembang  tidak ada dosen yang membuatkan tugas akhir mahasiswa,  yang ada dosen membimbing dan membantu mahasiswa bagaimana bisa menyelesaikan studi sesuai kemampuan dan batas waktu tanpa melebihinya.  Lanjut Rektor, untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya plagiat dalam pembuatan skripsi dan tesis atau tugas akhir mahasiswa. Universitas PGRI Palembang telah menyediakan mesin Turnitin sejak 2 tahun terakhir,  mesin ini bisa mengetahui apakah ada plagiat atau tidak pada tugas mahasiwa tersebut. "Kita siapkan mesin Turnitin Internasional, artinya dari mana saja mereka ambil sumber informasi  didunia ini akan ketahuan sebab mesin tersebut bisa melacak di seluruh dunia ,"ujar Bukman.

Ditegaskan Bukman, lulusan Universitas PGRI Palembang dipastikan hasil tugas akhir tidak ada yang plagiat. Karena sebelum lulus tugas akhir atau skripsi maupun tesis mahasiswa wajib uji kompetensi kelayakan dengan mesin Turnitin, sampai tiga kali turnitin dengan persentase maksimal 40% kelayakan baru bisa lulus. “Keluaran Universitas PGRI bisa dipastikan  tidak ada plagiat dan siap mengabdi dimasyarakat sesuai kompetensi yang dimilki” Ujar Bukman

ketua YPLP PT-PGRI Provinsi Sumsel Hj. Meilia Rosani, SH., MH menjelaskan mahasiswa program pascasarjana UPGRI rata-rata adalah guru juga kepala sekolah untuk itu Meilia mendorong agar meningkatkan ilmu pengetahuan dengan membuka cakrawala melakukan penulisan tesis dengan hal-hal baru memanfaatkan permasalahan yang berada di sekitar untuk kemudahan akses penelitian juga bermanfaat sebagai referensi perbaikan di masa yang akan datang. “ Ikutilah kegiatan pelatihan penulisan tesis ini dengan baik agar  dapat menyelesaikan perkuliahan  tepat waktu “ harap Meilia.

Di tempat yang sama, Okta Pratama, salah satu peserta pelatihan kelas Manajemen Pendidikan dari OKU Timur yang merupakan guru di SMA Negeri 1 Belitang mengatakan banyak manfaat yang diperolehnya dengan mengikuti pelatihan ini. "Kalau bisa selalu adakan pelatihan untuk kami. Untuk universitas semoga selalu maju dan bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain. Harapan terhadap dosen untuk mahasiswa bimbingan senantiasa dipermudah," ujarnya. (iah)