Polsek Gandus Amankan 33 Liter Tuak

Polsek Gandus Amankan 33 Liter Tuak
Aparat Polsek Gandus berhasil mengamankan 33 liter tuak

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA-  33 Liter minuman keras (miras) jenis Tuak, hasil Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Gandus Palembang disita dari sebuah rumah warga di Jalan Kadir TKR Lorong Jambu Rt 33 Kelurahan 36 Ilir Palembang, Minggu (5/1) pukul 00.30 Wib.

Razia rutin, dipimpin langsung Kapolsek Gandus Palembang AKP Wilian Harbensyah, didampingi Kanit Reskrim Iptu Hermansyah dengan sasaran senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), miras dan narkoba di kawasan Jembatan Musi 1 Palembang, dilanjutkan dengan razia mobile ke lokasi lokasi sering terjadi tindak pidana ataupun pelanggaran.

Pengungkapan 33 liter tuak, berkat peran serta masyarakat menciptakan situasi kamtibmas di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Gandus Palembang kondusif. Dan dari informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengeledahan.

"Hasil penyelidikan dan informasi masyarakat, bahwa ada penjualan miras jenis tuak, sekitaran 36 Ilir atau Tangga Buntung, kemudian kegiatan razia mobile diarahkan ke sana," ungkap Kapolsek Gandus Palembang AKP William Harbensyah.

Dari hasil pengerebekan ke rumah pedagang tuak atas nama M Taufik Bin Zulkifli (25), ternyata memiliki 33 liter tuak siap edar, yang tersimpan di dalam rumah dan gudang belakang rumah.

"Setelah dilakukan pengeledahan di rumah dan gudang kita mendapatkan 1 gentong berisi tuak, 3 dirigen berisi tuak dan 15 botol air mineral besar berisi tuak," ujarnya.

Selanjutnya pemilik tuak dan barang bukti diamankan di Polsek Gandus Palembang, untuk barang bukti dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam saluran pembuangan. Sementara bagi pemilik dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Gandus Palembang.

Sementara itu, pemilik tuak, M Taufik Bin Zulkifli (25) mengaku jika dirinya membeli tuak di kawasan Jalur Gasing Kabupaten Banyuasin, yang akan kembali dijual di kawasan Gandus Palembang.

"Saya ambil tuak di Gasing sama Untung, seharga Rp 100 ribu per dirigen yang berisi 33 liter tuak, dijual lagi seharga 140 ribu, sekali ambil 10 dirigen, belinya setiap 3 kali sehari," kata Taufik.

Untuk melariskan dagangannya, Taufik selain menjual dalam bentuk dirijen juga mengkemas dalam botol air mineral besar.

"Selain itu tuak saya jual eceran satu botol aqua besar harganya Rp 10 ribu per botol, kalau jualan sendiri sudah kurang lebih 1 tahun," jelasnya. (Ly).