Polrestabes Palembang Amankan Tiga Tersangka Jaringan Aceh 

Polrestabes Palembang Amankan Tiga Tersangka Jaringan Aceh 
Foto: Ly - Petugas memperlihatkan barang bukti

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Palembang, amankan tiga pengedar narkoba jenis sabu jaringan Aceh. Saat berada di rumah salah satu tersangka di Perum Bukit Sejahtera Jalan Cendana TK Alipah 7 Blok EC 15 Polygon Palembang, Senin (31/8) pukul 22.00 Wib.

Ketiga tersangka Fernando bin Rapik (39) tukang ojek warga Jalan Bakti No 2038 Rt 03 Rw 08 Kelurahan Siring Agung Pakjo Palembang. Tersangka Efran Susandi bin Iskandar (34) warga Perum Bukit Sejahtera Jalan Cendana TK Alipah 7 Blok EC 15 Polygon dan tersangka Wardah Watoniah alias Dinda binti R Abdul hadi (28).

Penangkapan ke tiga tersangka yang salah satu tersangka seorang perempuan ini, berawal dari laporan masyarakat  jika di sebuah rumah kontrakan (Erfan dan Wardah-red) sering terjadi transaksi narkoba, dari laporan tersebut dilakukan penangkapan oleh jajanan unit 7 yang dipimpin oleh Iptu Tohirin. "Penangkapan ke tiga tersangka ini berawal dari adanya laporan masyarakat, dari laporan itu anggota bergerak cepat berhasil meringkus ke tiganya," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom S, didampingi Kasat Narkoba AKBP Siswandi, Rabu (2/9).

Masih dikatakan Kapolrestabes Palembang, saat dilakukan pengeledahan petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 3 paket sedang dalam kantong plastik transparan dengan berat bruto mencapai 305,42 gram, 1 buah timbangan digital, 1 buah tas warna hijau merek Adidas dan 4 unit handphone milik tersangka. "Dari pengeledahan petugas menemukan barang bukti di kamar mandi rumah kontrakan milik tersangka Efran," ujarnya.

Untuk kepemilikan barang haram tersebut, dituturkan Kombes Pol Anom, yang dalam proses pemeriksaan dari pengakuan tersangka jika barang milik tersangka Fernando. "Dari pengakuan tersangka Efran jika barang bukti tersebut adalah milik tersangka Anggiat Fernando, yang sengaja dititipkannya kepada tersangka Efran dan Wardah alias Dinda, barang bukti ini berasal dari Aceh," ujarnya.

Lain lagi pengakuan tersangka Wardah alias Dinda, di hadapan petugas dirinya mengaku jika sudah dua kali dititipkan sabu dengan mendapat imbalan. "Saya sudah dua kali pak dititipkan sabu, sekali titip saya dapat upah Rp 600 ribu." akunya.

Atas perbuatannya ke tiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara. (Ly).