Polres OKUT Lakukan Pendekatan Perspektif kepada Masyarakat

Polres OKUT Lakukan Pendekatan Perspektif kepada Masyarakat
Foto: IST

OKUT, MEDIASRIWIJAYA – Upaya meningkatkan kinerja dan mempersempit ruang tindak kejahatan di wilayah hukum Polres OKU Timur, Polres OKU Timur beserta polsek jajaran melalui Sat Binmas dan Babinkamtibmas melakukan kegiatan pendekatan perspektif kepada masyarakat, Jumat (6/11).

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon SH MH didampingi kasat Binmas melalui Kasubbag Humas Polres OKU Timur mangatakan Polres OKU Timur telah melakukan beberapa upaya upaya perspektif. Berdasarkan informasi yang dihimpun secara teori dan fakta di lapangan, bahwa terjadinya suatu kejahatan, terutama kejahatan 3 C (curas, curat, curanmor) disebabkan oleh kondisi Korban Lemah, teledor/lalai, berpenampilan mencolok, tidak tahu, dll. Selain itu, situasi lingkungan di antaranya ketiadaan penjagaan, sepi, gelap dan lain sebagainya serta keberadaan pelaku yang mempunyai kesempatan dan ada niat.

Selain itu, bila dilihat dari 3 unsur tersebut di atas, maka apabila nomor 1 dan 2 dieliminir atau diminimalisir, peluang terjadinya kejahatan dapat dicegah. “Mencegah lebih baik daripada menanggulangi,” tegasnya.

Untuk itu Polres OKU Timur sudah 1 bulan ini dan akan terus melakukan upaya-upaya pencegahan khususnya mengoptimalkan untuk mengantisipasi. 
Adapun upaya-upaya yang dilakukan Polres OKUT dan Polsek jajaran, di antaranya meningkatkan peran Satuan Binmas Polres OKUT dan bhabinkamtibmas Polsek jajaran lebih gencar mengimbau masyarakat (calon korban kejahatan) untuk lebih sadar dan waspada agar tidak mengundang/memancing pelaku melakukan kejahatannya. Selain itu melakukukan patroli rutin kepolisian di tempat yang kurang penjagaan, pasang imbauan “waspada ……” di tempat yang rawan/berpotensi terjadinya kejahatan serta melakukan upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk ikut berperan aktif bersama Polri dalam menjaga keamanan lingkungannya.

Tidak itu saja, sebagai antisipasi/mencegah opini masyarakat terhadap mulai banyaknya spanduk imbauan “Waspada …….“. Yang sudah dipasang di pinggir jalan, di sekitar perumahan masyarakat, di perkantoran, di pertokoan/pusat perekonomian masyarakat, dll. Spanduk tersebut bukan untuk menakuti masyarakat, bukan pula pertanda bahwa OKUT saat ini sudah tidak aman lagi. “Semua itu kami lakukan agar lebih menyadarkan masyarakat, akan potensi kejahatan yang dapat terjadi sewaktu- waktu. Sesuai teori dan faktanya bahwa Kondisi Korban dan situasi lingkungan juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan,” ujarnya. (*)