Polres Banyuasin Amankan 4 orang Pemilik 20 Senpi Ilegal 

Polres Banyuasin Amankan 4 orang Pemilik 20 Senpi Ilegal 
Foto: IST - Polres Banyuasin Amankan 4 orang Pemilik 20 Senpi Ilegal 

BANYUASIN, MEDIA SRIWIJAYA — Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin amankam 20 pucuk Senjata Api (Senpi) rakitan Laras panjang dan 4 orang pelaku yang memiliki Senpi ilegal tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi, SIk MH didampingi Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Adi Putera, Selasa (30/03) saat Konferensi Pers di Mapolres Banyuasin, 
Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIk MH mengatakan, Dari hasil operasi pihaknya berhasil mengamankan 4 orang pelaku yang diduga memiliki Senpi ilegal di Banyuasin.“Dari hasil yang kita lakukan baik itu target operasi, non operasi, hasil pengungkapan dan penyerahan dari warga, ada sekitar 20 senjata api yang kita amankan,”ujar Imam Tarmudi SIk.
Dari hasil tangkapan itu, lanjutnya Pelaku dikenakan undang-undang darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. "Jika dari empat pelaku terlibat kasus lain, maka bisa mendapatkan tambahan hukuman sepertiganya lagi," ujarnya
"Ini merupakan bagian dari program Kapolri yang ditugaskan dari atas hingga sampai ke wilayah daerah, Kabupaten sampai Kecamatan. Ini lakukan agar tidak menimbulkan keresahan ataupun ketakutan dimasyarakat,”tegasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putra melalui Kanit Pidum Reskriminal Ipda Deka Saputra menyampaikan, dari empat orang pelaku tersebut ada seorang pelaku yang pernah terlibat kasus – Kasus Kriminal lain.
Pelaku tersebut bernama Heru, dimana pernah terlibat dalam kasus 365 yaitu penjambretan sebuah Handphone. “Saat itu pelaku ditahan di Lapas Mata Merah dengan hukuman sekitar 8 Bulan penjara,”jelas Ipda Deka.
Dikatakan Deka, dari pengakuan Heru bahwa Saat menjalani hukuman di Lapas Mata Merah tersebut, Heru terlibat kasus mutilasi terhadap tahanan lainnya, sehingga hukumannya ditambah menjadi 20 tahun. “Karena Heru pada waktu itu masih tergolong di bawah umur sehingga pada 2020 dibebaskan. Kini kembali ditangkap karena kasus kepemilikan senjata api ilegal,”tandasnya. (ydp)