Pemusnahan Gelombang 2 Sabu dan Kosmetik Berbahaya oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel

Pemusnahan Gelombang 2 Sabu dan Kosmetik Berbahaya oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel
Pemusnahan yang dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Selatan, kembali pada gelombang ke dua melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan barang barang kosmetik mengandung zat berbahaya 'merkuri' bertempat di Kampung Wisata Punti Kayu Km 7 Jalan Kol H Burlian Palembang, Jumat (24/7) sore.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang akan dimusnahkan ini, disita dari 8 tersangka dengan 5 Laporan Polisi selama bulan Juli 2020. Sabu disisihkan sebanyak 611,3 gram, untuk pemeriksaan Lab sebanyak 3,94 gram, sidang Pengadilan sebanyak 31 gram, dan yang akan dimusnahkan sebanyak 576,36 gram. Selain itu, krim mengandung bahan berbahaya merkuri sebanyak 106 buah disisihkan untuk pengadilan sebanyak 15 krim, dan dimusnahkan sebanyak 91 krim. "Pemusnahan ini gelombang ke dua dari 4 LP dengan barang bukti sejumlah 611 gram dan bersama kosmetik, karena kita kemarin menangkap kosmetik yang bermerkuri," ungkap Dirresnarkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu, didampingi Kabag Wassidik AKBP Imran Gunawan.

Dijelaskan AKPB Imran Gunawan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda Sumsel, 8 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka, di mana 7 tersangka tersangkut kasus narkoba jenis sabu dari 4 LP yaitu Irwanto alias Wanto, Ibnu Azhari alias Benu, Riyadi alias Andi, Defri bin Rival, Aryo Sima alias Bagol, Octa Miyanti alias Yanti dan Muhammad Hidayat.

Untuk kasus kosmetik berbahaya atas nama tersangka atas nama Nilawati binti Usman, warga Lorong Binjai Kelurahan Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, dengan leluasa memperdagangkan sebuah dagangan dengan kategori kosmetik yang dilarang pengunaannya, tidak dilakukan penahanan akan tetapi proses hukum terus berjalan. "Untuk tersangka kasus narkoba ada 7 orang, kalau kosmetik tersangkanya satu, dari 5 LP ada 8 tersangka, hasil ungkap kasus bulan Juli, kalau kosmetik tangkapan bulan Maret, dan tersangka tidak dilakukan penahanan karena barang ini tanpa izin bahan berbahaya, "jelas AKBP Imran Gunawan.

Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, didampingi Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Rudy Setiawan. Di mana pada barang bukti narkoba jenis sabu setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Labfor Cabang Palembang, sabu dimusnahkan dengan cara diblander dan dicampur larutan deterjen. Sedangkan untuk kosmetik berbahan merkuri, dimusnahkan dengan cara dibakar.

Rencananya pihak Ditresnarkoba Polda Sumsel, akan kembali melakukan pemusnahan narkotika untuk gelombang dua usai perayaan Idul Adha 2020. (Ly)