Pemkab Muara Enim Gelar Bimtek "Anakku Sehat Anakku Cerdas" Percepat Penurunan Angka Stunting

Pemkab Muara Enim Gelar Bimtek
Foto: IST Suasana pelaksanaan bimtek

MUARAENIM, MEDIASRIWIJAYA - Dalam rangka mempercepat penurunan angka Stunting (Kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama) di Kabupaten Muara Enim. Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Anakku Sehat Anakku Cerdas di Ball Room Hotel Grand Zuri, Muara Enim, Pembukaan, Kamis (3/12) dengan dihadiri Undangan Forkopinda, OPD Terkait, Kadin Dinas Pendidikan (Irawan Supmidi,S.Pd,S.Mn,MM) ,serta menghadirkan Narasumber Yosi Utama ,SE.MM, (Kabid Pembangunan Manusia,Sosial Bappeda), Dra Hj Konatina (Pengawas Prov Sumsel), Dr Rina Evriani (DPPPA Kabupaten Muara Enim), Dr Hj Siti Maisaroh (Puskesmas Lawang Kidul), Dr Yeni Sepradianti (Puskesmas Muara Enim) yang diikuti 100 peserta dari kepala/guru PAUD se-Kabupaten Muara Enim.

Bimtek akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 3 s.d 5 Desember 2020, dengan laporan penyelenggaraan Bimtek Kabid Paud dan PNF  Dra Sri Hidayati MSi, Bimtek dibuka langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Dr.H Yan Riyadi MARS yang dalam sambutannya mengatakan, Kondisi stunting di Kabupaten Muara Enim selama 2 tahun terakhir 2018 dan 2019 menunjukkan bahwa terjadi penurunan prevalensi stunting dari 14,42% menjadi 6,83%. terdapat ada 16 (enam belas) kecamatan yang mengalami penurunan pervalensi stunting yaitu Semende Darat Laut, Semende Darat Tengah, Semende Darat Ulu, Lawang Kidul, Muara Enim, Ujan Mas, Gunung Megang, Benakat, Belimbing, Rambang Niru, Lubai, Lubai Ulu, Rambang, Gelumbang, Muara Belida, Kelekar dan Sungai rotan, sedangkan ada 6 kecamatan yang mengalami kenaikan prevalensi stunting yaitu Semende Darat Ulu, Tanjung Agung, Gunung Megang, Rambang Dangku (khususnya Desa Tebat Agung), Lembak dan Belida Darat. Kecamatan yang prevalensi stunting (tahun 2019) lebih dari 20% sesuai target WHO adalah Kecamatan Lembak (23,5%), Tanjung Agung (23,04%) dan Belida Darat (22,09).

Kemudian, Faktor determinan yang  masih menjadi kendala dalam perbaikan status gizi balita di kabupaten muara enim adalah partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu masih kurang, terutama bagi balita yang sudah imunisasi lengkap tidak mau lagi ke posyandu, masih ada sebagian masyarakat yang belum dapat menjangkau akses air bersih dan ada sebagian masyarakat yang belum mempunyai jamban sehat, terang Plt Sekda menambahkan.

Melalui bimtek ini Beliau berharap sedikit banyak akan mampu membantu mengurangi angka stunting di kabupaten Muara Enim dengan penyebarluasan wawasan maupun informasi dari para narasumber dengan mentransfer  ilmu pengetahuan yang didapat dari Narasumber, pungkas Plt Sekda. (rel)