Pemkab Empat Lawang Gelar Apel Siaga Karhutla

Pemkab Empat Lawang Gelar Apel Siaga Karhutla
foto: rodi/ms - Bupati Empat Lawang pimpin apel siaga Karhutla

EMPAT LAWANG, MEDIA SRIWIJAYA - Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, cek satu-persatau peralatan, dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Bukan cuma itu, Orang nomor satu di Empat Lawang ini juga pimpin langsung apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan Penanggulangan karhutla, di lapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (25/2).

Apel tersebut, juga diikuti tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Tagana, BPBD dan Dinas Kesehatan.

Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad mengatakan, tahun 2015 dan tahun 2019 lalu, menjadi yang terburuk dalam catatan sejarah mengenai kebakaran hutan dan lahan. "Pada 2015 lalu, kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, mencatat sebanyak 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, dengan 120 ribu titik api sejak Juni hingga Oktober 2015," kata Joncik di hadapan para pasukan apel.

Dijelaskannya, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Tujuh (7) provinsi lainnya saat itu menjadi darurat asap. Sementara Sumsel sendiri, lahan yang terbakar mencapai 23 persen. "Belajar dari hal tersebut, kita melakukan apel kesiap siagaan pasukan. Ini dilakukan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapam sarana dan prasarana," jelasnya.

Namun lanjut Joncik, dalam penanganan bencana ada sebuah prinsip yang harus dipegang, yaitu " Lebih baik siap tapi tidak dipakai, daripada dipakai tapi tidak siap."Saya ulangi, lebih baik siap tapi tidak dipakai, daripada dipakai tapi tidak siap," ujarnya.

Itu artinya sambung Joncik, lebih baik segala persiapan dilakukan matang, tetapi bencana tidak datang dari pada bencana datang tetapi tidak siap."Apa lagi intruksi Presiden sudah sangat jelas, terkait pelaksanaan tugas penanggulangan karhutla dan bencana alam," ungkapnya.

Dia juga menambahkan, intruksi presiden tersebut menjadi acuan untuk selalu siap siaga dalam menghadapai fenomena perubahan iklim, cuaca ekstrim yang berpotensi terjadinya bencana seperti karhutla dan bencana alam lainnya. "Sinergritas antara Pemda, TNI, Polri dan masyarakat sangat dibutuhkan. Percayalah Tuhan menaruh saudara semua di posisi ini bukan karena kebetulan," ujarnya.

Tetapi ditambahkan Joncik, orang yang hebat tidak dilahirkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. "Tapi mereka dibentuk oleh kesusahan, perjuangan dan bahkan air mata. Kepada tim saya ucapkan selamat bertugas, selamat bekerja, selamat mengabdi, mari kita tingkatkan sinergitas dan kolaborasi. Untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan serta bencana alam lainnya," pungkasnya.(rodi)