Pemilik Bengkel Motor di Bantarkawung Brebes Yang Menatap Peluang Pasca TMMD Reguler

Pemilik Bengkel Motor di Bantarkawung Brebes Yang Menatap Peluang Pasca TMMD Reguler

 

Brebes – Di mata Agung (25), pemilik bengkel sepeda motor asal Dukuh Gempol RT. 01 RW. 04, Desa/Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adanya rencana Pemerintah Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu (desa tetangganya), untuk membuat jembatan gantung di atas Kali Pemali dari Dusun Kedung Kandri, Kalinusu, menuju Dukuh Gempol, Bantarkawung, sepanjang 150 meter di tahun depan, akan memberikan dampak kemajuan bagi Dusun Kedung Kandri.

Agung menjelaskan, warga tetangganya di seberang Kali Pemali itu (Kedung Kandri), selama ini memang harus menyeberang sungai besar itu dengan naik perahu jika hendak keluar dusunnya, untuk mendapatkan segala fasilitas terdekat di wilayah Kecamatan Bantarkawung, dengan ongkos penyeberangan Rp. 2 ribu memakai sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu jika memakai sepeda motor. Sedangkan bagi anak sekolah, ongkos penyeberangannya adalah seribu rupiah untuk bolak-balik.

“Jika Kali Pemali banjir, maka mereka tidak bisa kemana-mana selama banjir, sehingga kebutuhan pokok disana akan menjadi mahal,” bebernya, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mempengaruhi keinginan warga disana untuk memiliki sepeda motor.

“Jika jembatan gantung itu jadi dibangun maka warga Dusun Kedung Kandri akan banyak memiliki sepeda motor, sehingga saya juga akan ketiban rejeki perbaikan jika mengalami kerusakan,” imbuhnya.

Sementara disinggung terkait adanya jalan TMMD Reguler Brebes sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter, yang kini menjadi akses utama warga Dusun Kedung Kandri mendapatkan fasilitas pelayanan di wiyakah desanya Kalinusu itu, Agung menyatakan senang karena rezeki itu tidak kemana, karena bengkel motornya lebih dekat dari Desa Kalinusu bagi warga Kedung Kandri.

Untuk itulah, walaupun bukan desanya yang dibangun melalui TMMD, namun pemuda tersebut juga ikut mengucapkan terima kasih, dan juga berharap agar program serupa hadir di desanya itu.

Baginya, program TMMD Reguler sangat berpengaruh bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melaui pembangunan infrastruktur desa, peningkatan SDM masyarakat melaui edukasi kegiatan non fisik TMMD, yakni penyuluhan, sosialisasi, dan juga pelatihan-pelatihan. (Aan)