Peluru Nyasar Saat Penangkapan Bandar Sabu di Kawasan Plaju Palembang

Peluru Nyasar Saat Penangkapan Bandar Sabu di Kawasan Plaju Palembang
Foto: IST - Korban memperlihatkan lokasi luka akibat peluru nyasar ke tubuhnya

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA,- Terkait adanya warga terkena peluru nyasar petugas dari Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba (Timsus Ditresnarkoba) Polda Sumsel, pihak Polda Sumsel melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, menegaskan jika warga tersebut terserempet peluru petugas saat menonton proses penangkapan bandar sabu dan Pil Extacy di depan STIE AKUBANG Jalan Ahmad Yani Plaju Palembang, Selasa (10/11) pukul 20.00 Wib. "Memang benar, tadi malam dilakukan penangkapan terhadap 5 tersangka pengedar narkoba di STIE Akubang, petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan sampai 3 kali, mendengar suara tembakan warga mendekati TKP," ungkap Kombes Pol Supriadi Kabid Humas Polda Sumsel, Rabu (11/11).

Dijelaskan beliau jika Timsus Ditresnarkoba Polda Sumsel saat proses penangkapan 5 pelaku, diproses penangkapan yang panjang, mengingat pelaku saat itu mengunakan mobil Mitsubishi Pajero warna silver dengan nopol BG 4 JA, tidak mau berhenti, walau sudah dihadang mobil petugas, akhirnya 3 kali tembakan peringatan ke atas baru berhenti. Pihaknya baru mengetahui beberapa jam kemudian jika ada warga yang terkena peluru nyasar petugas.
"Kita belum tahu terkena peluru yang mana, karena kejadian pukul 20.00 Wib, dan baru pada pukul 23.00 wib kita mendapat informasi bahwa ada satu masyarakat," ujarnya.

Korban diketahui bernama Febri bin Junaedi (23) warga Jalan Komplek OPI Blok H No 16 Palembang mengalami luka tembak di lengan atas, yang kini telah mendapat perawatan intensif dari RS Muhammadiyah Palembang. "Korban Febri terkena peluru, setelah kita cek di RS Muhammad ternyata betul ada satu masyarakat yang terkena peluru di lengan atas atau pundak bagian kanan itu hanya serempet (lecet) buka luka tembak masuk, kondisi korban cukup baik," jelasnya.

Atas insiden peluru nyasar ini, ditegaskan Labi Humas Polda Sumsel, jika pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. "Terkait kejadian tersebut, kita masih melakukan penyelidikan terhadap adanya masyarakat yang terkena peluru nyasar tersebut," ujarnya.

Pihak Ditresnarkoba Polda Sumsel mengetahui ada korban warga masyarakat yang terkena peluru diduga milik anggota Dirresnarkoba, pihaknya telah melakukan upaya koordinasi dengan pihak RS Muhammadiyah Palembang prihal perkembangan kondisi korban, serta petugas telah menyambangi rumah korban. "Kita sudah melakukan upaya berkoordinasi dengan pihak RS Muhammadiyah Palembang dan pihak keluarga korban, menyampaikan jika Ditresnarkoba akan bertanggung jawab kepada korban untuk melakukan pengobatan sampai korban sembuh," ujarnya.

Dari proses penangkapan itu, petugas Timsus Ditresnarkoba Polda Sumsel di bawah pimpinan Panit Iptu Raja Toga Paruhum berhasil mengamankan 5 pelaku yaitu Ridho Ronaldo (24)  dan Fika Febrina (27) keduanya warga Jalan Pangeran Antasari No 114 Kelurahan 14 Ilir Kecamatan IT 2 Palembang, Pelaku Febri Jayasah (33) warga Jalan Mayor Salim Batubara Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Kemuning Palembang, Pelaku Hance Yukiko (42) warga Jalan Sei Selincah 7 RT 006 5 RW 022 Perumahan Sako Kenten dan Pelaku Rico Kinaldy (38) warga Jalan Letkol Adriansah Sukabangun 2 Kecamatan Sukarami Palembang.

Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti berupa 180 butir pil ekstasi terdiri dari 161 butir warna pink merek IG dan 19 butir warna biru merk Marvel. 3 paket sedang sabu dengan berat 248,07 gram. Satu unit kendaraan empat jenis Mitsubishi Pajero warna silver dengan Nopol BG 4 JA. (Ly).