#NONTONTEATERDIRUMAHAJA HADIRKAN RUANG KREATIF SENI PERTUNJUKAN INDONESIA BERTAJUK RTA & TLUTUR

#NONTONTEATERDIRUMAHAJA HADIRKAN RUANG KREATIF SENI PERTUNJUKAN INDONESIA BERTAJUK RTA & TLUTUR
Foto: IST - Pentas yang ditampilkan Galeri Indonesia Kaya

Saksikan Minggu (25/10) Pukul 15.00 di www.indonesiakaya.com dan akun Youtube IndonesiaKaya 

JAKARTA, MEDIASRIWIJAYA -  Galeri Indonesia Kaya bersama Garin Nugroho menghadirkan program yang membahas seni pertunjukan yang diberi judul #PentasDaringRuangKreatif. Program ini merupakan bagian dari Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang telah digelar sejak 2016 yang lalu dengan menghadirkan serangkaian kegiatan mulai dari, roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan, seleksi Art Project Development Proposal, Pitching Forum, Workshop, Mentoring proses produksi seni pertunjukan.

Sebanyak 22 narasumber, mulai dari seniman, produser, promotor, akademisi, hingga seniman muda juga sudah berbicara ke sekitar 2.805 peserta sejak awal digelar. Garin Nugroho, Ratna Riantiarno, Eko Supriyanto, Iswadi Pratama, Subarkah Hadisarjana, Hartati, Sari Madjid adalah beberapa nama yang turut serta berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang seni pertunjukan Indonesia.

“Setelah sukses menampilkan kegiatan bertajuk Sunar Rahwana dan Ngawak minggu lalu, program yang diberi judul #PentasDaringRuangKreatif minggu ini akan menyuguhkan lakon bertajuk RTA dan Tlutur. Semoga beragam program yang kami suguhkan tidak hanya sekedar menghibur namun dapat terus menambahkan semangat kecintaan kita kepada budaya Indonesia melalui karya-karya seniman Indonesia yang telah kami pilih dari 14 komunitas seni untuk program Galeri Indonesia kaya bersama Garin Nugroho,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya. 

Pementasan berjudul RTA yang diproduksi oleh Semut Production yang dapat disaksikan pada Sabtu (24/10) pukul 15.00 di www.indonesiakaya.com dan akun Youtube IndonesiaKaya. Melalui pementasan ini, Semut Production ingin mengangkat fenomena kondisi yang tidak baik antara semua hubungan dengan menampilkan bentuk karya yang sebaliknya yaitu keadaan yang harmonis setiap umat di Bali.

“Karya tari kontemporer ini ingin menyampaikan kepada penonton untuk menyadari toleransi sebagai bagian terpenting dalam diri. Dengan mengangkat fenomena hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia yang disebut dengan Tri Hita Karana. Semoga melalui #PentasDaringRuangKreatif ini tidak hanya menghibur penikmat seni dirumah namun dapat menghargai perbedaan dan menjadikan kebersamaan harta utama yang kita miliki,” ujar Garin Nugroho yang menjadi mentor untuk komunitas ini.

Semut Production yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisi dan kontemporer berbasis kebudayaan Bali ini didirikan sejak 2016 di Denpasar, akan menyuguhkan pertunjukan kontemporer dengan pola gerak tari berdasar dari teknik tari Bali. Pementasan ini menggunakan properti dari rotan serta nyanyian keagamaan sebagai visualisasi konsep yang ditarikan oleh 5 penari perempuan dan 4 penari laki-laki mengenakan kostum berwarna abu-abu.

Para penikmat seni juga diajak untuk menyaksikan karya komunitas Seni Atmantara bertajuk Tlutur sebuah pertunjukan yang mencoba mengkolaborasikan dua tembang bernuansa sedih yaitu Tlutur dan Lingsir Wengi yang dapat disaksikan pada Minggu (25/10) pukul 15.00 di www.indonesiakaya.com dan akun Youtube IndonesiaKaya.

Komunitas seni yang berasal dari kota Solo ini akan menampilkan pertunjukan kontemporer bertajuk Tlutur yang mengkolaborasikan seni teater, pertunjukan wayang kulit, dan alunan musik gamelan. Pertunjukan dimulai dengan adegan monolog Dewi Utari yang sedih dan merasa kehilangan sang pujaan hati, Abimanyu yang terbunuh di medan laga. Sukma Abimanyu melayang gelisah karena rindu pada Dewi Utari dan ingin menemuinya meskipun keduanya sudah berada di alam yang berbeda.

Pertunjukan ini bermula dari sebuah ide dan gagasan yang muncul ketika beberapa film menggunakan tembang Lingsir Wengi yang identik dengan hal gaib. Berangkat dari hal tersebut, kami ingin bereksperimen dan mencoba mengkomparasikan tembang Lingsir Wengi dan Tlutur yang erat dipakai untuk mendukung suasana sedih yang erat dipakai dalam pertunjukan tradisi, khususnya di Surakarta. Melalui proses mentoring bersama Budi Ros, kami mencoba menghadirkan pertunjukan kolaborasi antara Teater, Wayang, dan Gamelan dan dikemas seringan mungkin, diharapkan para penikmat seni dapat memperoleh komparasi yang dapat memberikan pemahaman yang lebih lanjut tentang dua tembang tersebut, ” ujar Riskha Candra Herjunawa selaku sutradara. (rel)

 

Menyaksikan ‘‘SEHNSUCHT‘‘ di Akhir Pekan

Bagi para pecinta musik juga dapat menyaksikan Batavia Madrigal Singer, Yasashi I.Evelyn seorang mezzo soprano dan pianis Daniel Alexander, dengan direktur musik sekaligus konduktor Avip Priatna kembali menggelar konser  berjudul “Sehnsucht” melalui tayangan Live di jcodigitalconcerthall.com pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2020, jam 19.00 wib.

Sehnsucht  adalah kata dalam bahasa Jerman yang dapat diterjemahkan sebagai : "longing" (kerinduan) , "desire" (keinginan), atau  "yearning" (hasrat). Beberapa psikolog menggunakan kata Sehnsucht untuk menggambarkan pikiran dan perasaan tentang semua sisi kehidupan yang belum selesai atau belum sempurna, dan ingin dipenuhi. 

Kata ini amatlah pas dengan situasi saat sekarang dimana semua orang rindu dan mempunyai hasrat yang besar untuk dapat berkarya dan menikmati banyak hal yang dulu bisa dilakukan dengan mudah, termasuk keberadaan musik paduan vokal yang indah yang sudah lama tidak bisa dinikmati melalui pertunjukkan langsung di atas panggung.

Dalam kesempatan ini Batavia Madrigal Singers yang sering menjuarai kompetisi Paduan Suara Internasional ini akan mengobati rasa rindu kita semua setelah 7 bulan berlalu sejak “Senandung Senja”, penampilan langsung terakhir mereka. BMS akan menyuguhkan karya-karya untuk ansambel vokal dari para komponis besar Jerman dan Austria dari abad 19 (zaman romantik) : Johannes Brahms, Franz Schubert, Felix Mendelssohn-Bartholdy, Joseph Rheinberger dan Robert Schumann.

Harga Tiket Normal : Rp. 50.000,-  Dapatkan harga khusus Tayangan Perdana  Rp. 40.000,-. ( diskon 20% )

Cara pembelian tiket:

1.   Masuk ke jcodigitalconcerthall.com. 

  •  klik get tickets. Ikuti sampai checkout

                atau

2.   Email ke ticketing@theresonanz.com

  •  Silakan kirim nama dan alamat email yg aktif per tiket dengan bukti pembayaran

                atau

3. WA ke 0821 808 30003

  • Silakan kirim nama dan alamat email yg aktif per tiket dengan bukti pembayaran

         

Transfer pembayaran ke BCA 5240314161 an Yayasan The Resonanz Music Studio

 

 

 

***

 

 

 

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

 Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

 Konsep desain mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam kekinian diangkat di dalam interior seperti rotan, motif parang, bunga melati, batok kelapa dan kain batik tulis dari 14 daerah sebagai ornamen. Secara keseluruhan, terdapat 15 aplikasi yang bisa ditemukan di GIK, antara lain: Sapa Indonesia, Video Mapping, Kaca Pintar Indonesia, Jelajah Indonesia, Selaras Pakaian Adat, Melodi Alunan Daerah, Selasar Santai, Ceria Anak Indonesia (Congklak & Egrang), Layar Telaah Budaya (Surface), Arungi Indonesia, Batik Indonesia, Transparent Display Batik, Oculus Rift, dan Area Peraga.

 Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya. Setiap pelaku seni memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan auditorium, baik untuk latihan maupun pertunjukan.Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.(*)