Mohon Tim Penyidik Tinjau Ulang Peningkatan Status Terlapor Kasus KDRT

Mohon Tim Penyidik Tinjau Ulang Peningkatan Status Terlapor Kasus KDRT
teks:IST-Pengacara senior sekaligus Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Palembang Hj. Nurmalah SH MH bersama dengan puluhan pengacara lainnya didampingi juga ketua Women Crisis Centre (WCC) Palembang Yeni Roslaini yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sipil Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada Selasa (11/8)

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Pengacara senior sekaligus Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Palembang Hj. Nurmalah SH MH bersama dengan puluhan pengacara lainnya didampingi juga ketua Women Crisis Centre (WCC) Palembang Yeni Roslaini yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sipil Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada Selasa (11/8) geruduk Gedung Polrestabes Palembang. Adapun tujuannya yakni memohon agar tim penyidik untuk meninjau ulang peningkatan status dari sidik ke lidik atas laporan dari suami berinisial "M" sebagai pelapor terhadap "GSP" yang tidak lain adalah  istri dari "M" itu sendiri selaku kliennya itu dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Kami ingin tim penyidik Polrestabes Palembang meninjau kembali status itu yang saat ini sudah ditingkatkan menjadi lidik, seharusnya klien kami inilah korban KDRT tapi malah "M" yang merupakan suami "GSP" yang melaporkan balik klien dengan tuduhan telah mencuri CCTV rumah sendiri," ungkap Nurmalah.Yang menurutnya CCTV itu oleh "GSP" dipergunakan sebagai alat bukti kasus KDRT yang dilakukan oleh suaminya itu yang merupakan salah satu pejabat pembuat akta tanah di kota Palembang. "Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga apa yang dirasakan oleh klien kami itu, dirinya sebagai korban malah dilaporkan balik oleh suaminya sendiri yang saat ini sudah dalam proses lidik meski belum ditetapkan sebagai tersangka, "ujarnya didampingi pula  Advokat M Yusni SH, Zulfatah SH, Eka Novianti SH MH, Fitria Madina SH, Endy Rahmatullah SH, Megawati Prabowo SH MKn, Elda Mutilawati SH MH dan Nita Srimardani SH MKes.Untuk itulah dirinya berharap kepada pihak kepolisian agar  meninjau kembali peningkatan status yang dialami oleh kliennya selaku terlapor oleh  itu serta menindaklanjuti laporan klien kami atas dugaan KDRT yang dilakukan oleh "M". Hal senada juga dikatakan Yenni Roslaini selaku pengamat kekerasan pada perempuan yang menyebutkan bahwa adanya suatu korelasi yang tidak seimbang ketika ada suatu bentuk pelaporan yang dilakukan oleh suami kepada istri diduga telah melakukan tindak pidana KDRT. "Seharusnya aparat penegak hukum  dapat bekerja secara profesional harus melihat situasi dan kondisi apakah memang benar pelapor itu mengalami bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasangannya dalam hal ini istrinya sendiri, karena ini akan berimbas pada korban KDRT lainnya yang berniat ingin melapor malah dilaporkan balik oleh sipelaku itu sendiri, jelas Yeni.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono menegaskan, laporan KDRT yang dimaksud sedang dalam proses penyidikan. "Semua kita serahkan ke penyidik dalam memproses laporan yang masuk perihal KDRT. Kemudian untuk melakukan penahanan kita serakan ke penyidik dan akan kita proses sesuai ketentuan yang berlaku," singkat Nuryono. (Ceki)