Liza Sako, Tokoh Muda Inspirasi Perempuan Palembang 

Liza Sako, Tokoh Muda Inspirasi Perempuan Palembang 
Bersama Dandim 0418 Letkol Infantri Honi Havana, Liza Sako menjadi pembicara di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan untuk persiapan menyambut Asian Games 2018. (ist)
  • Liza Sako Jadi Pembicara Asian Games di GBK Senayan

JAKARTA,MEDIASRIWIJAYA.com - Bersama Dandim 0418 Letkol Infantri Honi Havana, Liza Sako menjadi pembicara di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan untuk persiapan menyambut Asian Games 2018.
    
Pelaksanaan Asian Games 2018 yang tinggal 25 hari lagi, kini mengerucut pada ujung tombak pelayanan yang bertumpuh pada para volunteer. Setelah dua hari lalu acara yang sama yang diberi judul Job Specification Training, Venue & Environment  for Asian Games 2018. dilaksanakan dengan sukses dan melahirkan semangat yang kuat dari para peserta di Jakabaring Sport City Palembang, berkat kerja sama yang apik antara Inasgoc dengan tokoh inspirasi perempuan Palembang,  Liza Sako, serta didukung relawan- relawan kiriman institusi maupun perorangan. Semaraknya acara itu sendiri melibatkan 300 lebih para volunteer dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari kota Palembang.

Bertempat di Stadion GBK Senayan Jakarta, Rabu (25/7/18) acara serupa kembali digelar dengan diikuti 1100 volunter. Kali ini dihadiri serta dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiago Uno, Richard Sambera, Rosavivien Ratnawati Dirjen PSL B3 KLH, Dandim 0418 Honi Havana Palembang dan dari Inasgoc yaitu Ketua Erick Thohir. 

Tokoh muda Inspirasi Perempuan Palembang, Liza Sako bersama dengan Dandim 0418 Palembang, Letkol Infanteri Honi Havana turut hadir sebagai pembicara di GBK Senayan ini. 

Liza mengatakan bahwa materi yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan training penyegaran di Jakabaring SportCity dua hari yang lalu.

“Kalau Pak Dandim, ujar Liza Sako, menyampaikan materi  pembekalan bela negara dan berkepribadian Pancasila yang dibalut dengan kemasan dan gaya kekinian, pemutaran video dan diskusi. Yang menarik , ada salah satu peserta dari Yogyakarta, Richi Novianti sampai menangis usai nonton  tayangan video dari Dandim dan ini membuat suasana jadi haru sejenak,” kata Liza.

Menurutnya, ternyata tayangan visual video yang prinsipnya mengajak semua peserta untuk melihat fakta kepedulian kita di masyarakat, lalu membandingkan jika peduli seperti ini dan berakhir seperti ini. Sebaliknya jika tidak peduli maka berakhirnya seperti apa juga, sesuai dengan alur cerita dalam tayangan itu”, tutur dia.


(ist)

Momen haru saat Liza Sako memeluk Richi Novianti yang menangis usai menonton video dari Dandim.

“Refleksi tayangan itu menyadarkan peserta dan kita yang hadir. Saya juga turut terharu loh. Kita ini bangsa yang bernurani, tercermin dengan sifat saling membantu sesama, bukan individualis. Ya kira kira itu yang buat dia sampai tersentuh,” tambah wanita berkulit putih ini.

Ditanya Kesan Liza Sako ketika mengemban tugas dengan skala Ibukota dan sifatnya Nasional, secara lugas Liza  mengatakan dirinya tidak memandang skala besar atau kecil, yang terpenting capaian.

“Pada dasarnya saya dan Pak Dandim beserta Mc. Arief Marzuki ada juga  sih semacam kebanggaan tersendiri mengukir sejarah terlibat dalam upaya mensukseskan Asian Games 2018. Ini manusiawi kan “, terang Liza seraya berharap mudah-mudahan saja bekal yang disampaikannya ini akan bermanfaat  bagi adik-adik volunter.

“Ya implikasi kepada kita semua, bangsa negara ini apa lagi dengan Asian Games ini mari kita sama-sama untuk menyukseskannya. Kita sangat bangga dengan adanya pesta besar-besaran  2018 apalagi kota Palembang juga sebagai tempat pelaksanaan,” kata Liza Sako sambil tersenyum ramah. (Saft)