Libur Panjang, SMB II Alami Peningkatan Penumpang

Libur Panjang, SMB II Alami Peningkatan Penumpang
teks:IST- Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengalami peningkatan.

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Libur panjang di pekan akhir Oktober ini, jumlah penumpang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mengalami peningkatan, berdasarkan data pada hari ini lonjakan diperkirakan setidaknya akan ada 7.856 penumpang yang dihitung nanti setelah berakhirnya jam operasional hari ini, Rabu (28/10) dengan pergerakan 36 pesawat terbang.

Hal tersebut diungkapkan Executive General Manager (GM) Bandara SMB II Palembang, Tommy Ariesdianto, di Posko Bandara SMB II, Area Airport Plaza, Rabu (28/10)." Sedangkan pada besok hari Kamis (29/10) diprognosakan terdapat 13.551 penumpang, dan akhir Oktober 2020 ada 15.023 penumpang," ujar Tommy. Namun total tersebut jauh berkurang dibandingkan pada saat sebelum pandemi yaitu sebanyak 25.968 penumpang pada tahun 2019 lalu. Bandara SMB II sudah melakukan antisipasi akan persiapan cuti bersama selama lima hari dan untuk di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, bagi masyarakat yang ingin bepergian diimbau jangan khawatir ketika di Bandara SMB II. Pihak nya telah menyiapkan layanan sarana fasilitas terkait protokol kesehatan. “Jadi kita sediakan masker, sebelas titik hand sanitizer, dan datang lebih awal karena kita akan melakukan proses tahapan," katanya.

Selain itu untuk protokol kesehatan mulai dari pintu masuk tetap diperketat dengan menyediakan pengukur suhu otomatis yang mana jika penumpang tidak memakai masker maka pintu tidak akan terbuka." Yang terpenting, jangan lupa download HAC untuk mengetahui informasi layanan di Bandara SMB II,” katanya. Masih kata Tommy, secara maksimum, kapasitas pesawat untuk penumpang sesuai ketentuan itu mencapai 50 persen. Kemungkinan sedikit akan ada penambahan frekuensi untuk penerbangan. “Saat ini frekuensi penerbangan itu normal. Memang sedikit ada jadwal penambahan pesawat. Untuk saat ini masih Jakarta penerbangan tertinggi dan beberapa kota besar lain di pulau Jawa dan Sumatera," ujarnya. (ksm)