KPD Bersama Sejumlah Lembaga Bakal Telusuri Jejak Kerajaan Sriwijaya 

KPD Bersama Sejumlah Lembaga Bakal Telusuri Jejak Kerajaan Sriwijaya 
Tim foto bersama

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA - Kesultanan Palembang Darussalam (KPD) berkerjasama dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Komunitas Jeef Pariwisata Palembang (KJPP) dan Sekolah Maitreyawira Palembang dan Lembaga Budaya Komunitas Batanghari Sembilan (Kobar 9) sepakat akan menelusuri kembali jejak Kerajaan Sriwijaya  yang ada di Provinsi Sumsel.

Hal tersebut terungkap dalam  kunjungan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumsel, Merry Hamraeny, S.Pd, M.M,  Jhonson Susanto selaku  perwakilan Sekolah Maitreyawira Palembang,   Ersan Benyamin alias Ican selaku Ketua Komunitas Jeef Pariwisata Palembang (KJPP) , Vebri Al Lintani selaku  Direktur Lembaga Budaya Komunitas Batanghari Sembilan (Kobar 9) dan Isnayanti selaku anggota Kobar 9,  ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam berada di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, 32 Ilir Palembang, Rabu (15/7/2020)

Kedatangan mereka di terima langsung oleh Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Djayo Wikramo R.M. Fauwaz Diradja S.H. M.Kn 

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Djayo Wikramo R.M. Fauwaz Diradja S.H. M.Kn mengatakan, kunjungan dari Pecinta Jejak Sriwijaya, karena mereka ingin membuat suatu lembaga atau komunitas  yang pada intinya  ingin lebih membantu pemerintah juga dan masyarakat untuk mengenal tentang Kesriwijayaan yang ada di Palembang. “Jadi mereka rencananya akan membuat even-even dan membuat suatu  tempat-tempat yang  bercirikan Kesriwijayaan, karena di Sumatera Selatan ini dikenal dengan sebutan Bhumi Sriwijaya tapi minim sekali tempat-tempat atau keterangan- keterangan  mengenai Sriwijaya,” ujarnya.

Selain itu,  mereka juga rencananya akan menggelar kegiatan karena di dalam Pecinta Jejak Sriwijaya ada komunitas  yang menggelar kegiatan jelajah Sriwijaya dengan menggunakan Jeef yang akan di gelar rencananya sekitar bulan Agustus atau mungkin setelah pademi Covid-19 berkerjasama dengan Kesultanan Palembang Darussalam. Kesultanan Palembang selama ini sudah melakukan kerjasama dengan AGSI Sumsel  seperti diskusi sejarah dan pengenalan lokasi-lokasi bersejarah di Palembang. “Budaya itu merupakan suatu aset dan bisa menjadi pendapatan daerah. Karena kita kurang kuat mengolah bidang budaya ini sehingga tidak bisa menjadi aset daerah dan tidak bisa dijual sebagai promosi daerah,” katanya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumsel, Merry Hamraeny, S.Pd, M.M  mengatakan, kalau kedatangan mereka ke Kesultanan Palembang Darussalam karena digandeng oleh Yayasan Sriwijaya yang baru dibentuk berkerjasama dengan Kesultanan Palembang Darussalam.“ Kita beraudiensi , membahas program-program kedepannya,” ucapnya.

Dia menuturkan, kegiatan yang akan di gelar dalam waktu dekat ini akan menelusuri jejak Kerajaan Sriwijaya dengan menelusuri jejak-jejak Kerajaan Sriwijaya seperti prasasti Talang Tuo.


Jhonson Susanto selaku  perwakilan Sekolah Maitreyawira Palembang yang juga Ketua Indonesia Vegetarian Society (IVS)  Palembang  mengatakan, kedatangan mereka ke Kesultanan Palembang Darussalam melakukan silaturahmi. “Kita mendukung hal-hal berkaitan dengan lintas budaya, untuk mempererat untuk persatuan  bangsa dan negara ini,” bebernya. 

Mengenai kerjasama dengan Kesultanan Palembang Darussalam pihaknya akan melihatnya dulu dengan kondisi sekarang yang masih pandemi covid-19. “Kita sudah ada kegiatan dengan Kesultanan Palembang Darussalam yaitu Sriwijaya Lantern Festival dimana Kesultanan Palembang Darussalam sangat mendukung,” katanya.

Sementara itu, Ersan Benyamin selaku Ketua Komunitas Jeef Pariwisata Palembang (KJPP) mengatakan,  kedangan mereka ke Kesultanan Palembang Darussalam dalam rangka koordinasi untuk membuat suatu lembaga atau yayasan yang menaungi kegiatan-kegiatan wisata budaya baik yang berbasis di Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. “Dalam waktu dekat kita akan mengunjungi prasasti Talang Tuo, disana ada peninggalan satu prasasti yang mudah-mudahan kedepannya juga akan menjadi tempat wisata budaya,” pungkasnya. (Yanti)