Korban ABK TB Atlas Akhirnya Ditemukan Pencarian Selama Dua Hari

Korban ABK TB Atlas Akhirnya Ditemukan Pencarian Selama Dua Hari
Foto: IST - Suasana pengangkatan jenazah korban

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Di hari kedua pencarian Safaruddin (58) warga Dusun 1 Desa Suam Batok Rt 01 Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, Anak Buah Kapal (ABK) TB Atlas yang terbalik setelah dihantam angin kencang di perairan sungai Musi, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan sudah tak bernyawa, Rabu (25/11) sekitar pukul 09.30 Wib.

"Pencarian hari kedua, hari ini, korban Safaruddin akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, sekitar pukul 09.30 wib dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Kepala Basarnas Sumsel Hery Marantika.

Tubuh korban Safaruddin ditemukan Tim SAR Gabungan dari Basarnas Sumsel, KSOP Palembang, Lanal Palembang, Polairud Polda Sumsel, dan masyarakat setempat, sejauh 10 meter dari lokasi awal jatuh ke sungai tepatnya Dermaga Pusri di Perairan Sungai Musi Kecamatan 3 Ilir Palembang. "Tubuh korban ditemukan sekitar lokasi awal kejadian di 3 Ilir Palembang sekitar 10 meter di sekitar TB Atlas Sungai dengan posisi terlungkup," jelasnya.

Untuk evakuasi jenazah korban, dituturkan Kepala Basarnas Sumsel, pihaknya menggunakan perahu karet, untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Duka. "Setelah kita evakuasi jenazah korban selanjutnya kita bawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan," jelasnya.

Keberhasilan tim SAR Gabungan tidak terlepas dari kendala yang dihadapi namun tidak menghalangi semangat Tim SAR Gabungan bekerja. "Untuk kendala selama proses pencarian, selain faktor cuaca dan arus sungai yang deras ditambah lagi keruhnya air sungai menjadi kendala sendiri bagi tim, karena air yang keruh menghambat proses penyelamatan," ceritanya.

Korban Safaruddin (58) merupakan ABK TB Atlas, pada Selasa (24/11) TB Atlas yang mengandeng tongkang Brawijaya saat itu hendak melakukan shifting (bergeser-red) dari Pulau Kemarau tujuan Dermaga Pusri di Perairan Sungai Musi Kecamatan 3 Ilir Palembang. Mengingat suasana dalam keadaan hujan lebat disertai angin kencang, tiba-tiba dari sebelah kiri TB Atlas angin kencang dan menyebabkan TB Atlas oleng ke kanan, membuat TB Atlas penuh dengan air tidak lama kemudian TB Atlas tenggelam.

Bukan hanya itu, Serang dengan 3 ABK ikut tenggelam, akan tetapi tiga anak buah kapal tersebut berhasil selamat karena bisa berenang sementara Serang korban Saprudin belum ditemukan saat itu. (Ly)