Kolaborasi HaKI dan Prodi Teknik Industri UKMC Untuk Analisis Reduksi Emisi Karbon, Teknologi Konversi Energi Low Budget
PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA – Upaya mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap energi fosil terus diperkuat melalui kegiatan Konsultasi Publik Ergo-Community: Analisis Reduksi Emisi Karbon, Teknologi Konversi Energi Low Budget, Strategi dan Implementasinya Berbasis Komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9-14 Februari 2026 di Hotel Batiqa Palembang hasil kolaborasi antara Laboratorium Innovation System Center (Lab. ISC) Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) dan Komunitas Hutan Kita Institute (HaKI), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Adapun Tim Pelaksana yaitu dari Lab. ISC Prodi Teknik Industri UKMC terdiri atas:Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM., Yohanes Dicka Pratama, S.T., M.T., IPP., Dominikus Budiarto, S.T., M.,T., IPM., Achmad Alfian, S.T., M.T., Evelyn Agustin, dan Tim HAKI terdiri dari: Deddy Permana, S.Si., M.P., dan Bonifasius Ferdinandus Bangun.

Program Ergo-Community difokuskan pada penerapan solusi nyata pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan yang dapat dijalankan langsung oleh komunitas. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengurangan emisi karbon (carbon emission reduction) melalui pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif (Waste to Energy). Pendekatan yang digunakan adalah energi terbarukan berbasis komunitas (community-based renewable energy), yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam perencanaan dan implementasi solusi energi berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai institusi dan komunitas, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit-International Climate Initiative-Just Energy Transition (GIZ IKIJET) Jerman, Pilar Nusantara (Pinus) Sumatera Selatan, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC), Generasi Bank Indonesia (GenBI) Palembang, The University of New South Wales (UNSW) Australia, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Selatan (DESDM SS), serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel. Kehadiran peserta lintas sektor tersebut memperkaya diskusi dan konsultasi publik serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal.
Direktur HaKI, Deddy Permana, S.Si., M.P., menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam keberhasilan transisi energi di tingkat daerah. Menurutnya, penerapan teknologi konversi energi berbiaya rendah (low budget energy conversion technology) memungkinkan solusi energi untuk diimplementasikan secara lebih luas tanpa ketergantungan pada investasi besar. “Kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan komunitas akan mempercepat pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini difasilitasi oleh tim dari Program Studi Teknik Industri Universitas Katolik Musi Charitas yang terdiri dari Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM, Dominikus Budiarto, S.T., M.T., IPM, dan Y. Dicka Pratama, S.T., M.T., IPP, dengan dukungan mahasiswa. Materi yang disampaikan bersifat aplikatif, mencakup analisis potensi emisi karbon, pengenalan teknologi Waste to Energy, serta penyusunan rencana aksi (action plan) energi terbarukan berbasis komunitas yang merupakan executive resume hasil dari joint research antara Prodi Teknik Industri UKMC dengan HaKI.
Melalui kegiatan Ergo-Community, diharapkan terbentuk sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, lembaga internasional, dan komunitas dalam mendorong pengelolaan limbah, pengurangan emisi karbon, serta pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung transisi energi dan pembangunan rendah karbon di Provinsi Sumatera Selatan. Prodi Teknik Industri dengan support system pada kepakaran skala laboratorium siap bersinergi dalam mewujudkan role modelteknologi konversi energilow budget, strategi dan implementasinya berbasis komunitas. Kini saatnya butuh komitmen antar lembaga pemerintah dan komunitas serta investor luar negeri untuk bergandengan tangan merealisasikan aksi nyata dalam bentuk demo plot yang bisa menjadi percontohan edukasi dengan tetap berakar pada kearifan lokal daerah masing-masing.(*)




