Kapolresta Ajak Zero Karhutla dan Radikalisme 

Kapolresta Ajak Zero Karhutla dan Radikalisme 
Tatap muka Kapolresta Palembang dengan tiga pilar kamtibmas kec. Plaju dan Kec. SU II dalam rangka antisipasi karhutlah di wilayah Polresta Palembang. (fdl)
Kapolresta Ajak Zero Karhutla dan Radikalisme 

PALEMBANG, MEDIASRIWIJAYA.com - Efek perubahan cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini yang mengakibatkan munculnya sejumlah titik api (hotspot) di sejumlah wilayah yang ada di Sumsel perlu ditanggapi serius. Hal ini karena menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) . Apalagi dalam waktu kurang dari sebulan lagi Provinsi Sumsel Khususnya Kota Palembang akan ada even olahraga terbesar se-Asia.

“Kita akan ada kedatangan para atlet, official dan tamu dari berbagai negara di Asia dan terlebih sebagai tuan rumah Asian Games XVIII mendatang yang harus disukseskan lantaran mempertaruhkan nama baik bangsa dan negara,” kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono,SIK,SH,MH saat hadir menjadi pembicara dalam tatap muka dengan unsur tiga pilar se-Kecamatan Plaju dan Seberang Ulu (SU) II di Balai Kecamatan Plaju, kemarin.

Khususnya di dalam wilayah Kecamatan Plaju setidaknya ada lima kelurahan yang bakal menjadi sasaran sosialisasi karhutla di antaranya Kelurahan Talang Bubuk dan Talang Putri dengan melaksanakan langkah preventif baik oleh Babinkamtibmas, Babinsa dan unsur kelurahan serta kecamatan.

“Dalam kegiatan ini merupakan sosialisasi yang salah satunya yaitu upaya yang berkaitan mengajak kepada masyarakat untuk tidak membakar ataupun membuang puntung rokok di sembarang tempat sebagai upaya pencegahan karhutla,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, di lokasi-lokasi tersebut sejauh ini memang belum terpantau adanya titik api namun di sini banyak ditumbuhi ilalang dan lahan yang mudah terbakar yang apabila ditemukan oleh patroli bersama bakal dengan mudah untuk dipadamkan,” lanjut Wahyu didampingi Kapolsek Plaju, AKP Rizka Aprianti,SH.

Pada kesempatan itu juga Kapolresta Palembang mengingatkan terkait bahaya penyebaran faham radikalisme di tengah masyarakat yang diharapkan untuk tetap waspada.

Terlebih, di tengah era kecanggihan teknologi informasi, semua informasi disebar dengan begitu cepatnya baik berita yang positif terlebih lagi berita-berita negatif yang berpotensi untuk meresahkan masyarakat.

“Kita perlu upaya yang serius dalam upaya menangkal isu-isu negatif yang sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tak menginginkan terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Terutama Kota Palembang yang bakal menjadi tuan rumah Asian Games,” imbuh perwira menengah (pamen) Polri ini.

Sementara itu, masih terkait upaya penanggulangan karhutla ini, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan sebaran berita kabut asap yang mengepung Kota Palembang dan sekitarnya yang dihembuskan pihak-pihak tertentu tak sepenuhnya benar.

"Yang katanya, Palembang sudah tertutup kabut asap dan mengancam Asian Games itu sama sekali tidak benar, karena cuaca di Palembang saat ini masih bagus, lihat saja sejauh mata kita memandang langit di Palembang udaranya cerah,” imbuh jenderal bintang dua kelahiran Kota Negara OKU Timur ini.  

Selain itu, sepengetahuan dirinya, data tentang Karhutla di kepolisian saat ini berjumlah sekitar 350 Ha dan berlokasi di tiga atau empat titik di Sumsel. Pertama ada di Desa Kayu Labu dan di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Timur serta di Tulung Selapan, bahkan kemarin Wakapolda saya turun langsung ke lokasi tersebut. Sementara untuk di Musi Banyuasin ada hotspot kurang lebih luasannya sekitar 300 hektar artinya belum banyak betul terjadinya Karhutla di Sumsel ini.(fdl)