Kapolda Sumsel Silaturahmi dengan Manajemen RS Siti Fatimah

Kapolda Sumsel Silaturahmi dengan Manajemen RS Siti Fatimah
Foto: Fety - Kapolda Sumsel bersama jajaran foto bersama dengan Pimpinan RS Siti Fatimah usai beraudiensi

PALEMBANG, MEDIA SRIWIJAYA - Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri secara resmi menerima audensi Direktur RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), bertempat di Ruang Promoter Lantai II Mapolda Sumsel, Jumat (25/9).

Foto: Fety - Tukar cendera mata.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi Karumkit Bhayangkara Palembang, sedangkan dari pihak RS Siti Fatimah tampak hadir Direktur RSUD Siti Fatimah Palembang Dr. Syamsuddin Isaac. Kabag Humas dan Protokol Pemasaran dan Kemitraan Yulismayati, Kasubbag Pemasaran Shella Oktarina, dan Kasubbag Kemitraan Arfenny Wisanty, ST.

Direktur RS Siti Fatimah Palembang Dr Syamsuddin Isaac mengatakan jika kedatangan mereka beraudiensi untuk menjalin tali silaturahmi dengan kepolisian dalam hal ini Polda Sumsel. "Kedatangan kita dalam rangka ingin bersilaturahmi memperkenalkan diri ke Polda Sumsel," ungkap Dr Syamsuddin Isaac.

Dijelaskan beliau jika RSUD Siti Fatimah merupakan RSUD pertama yang dimiliki Provinsi Sumsel. "Dahulunya kita berada di KM 5,5 tepatnya di RS. Ernaldi Bahar, sebelumnya itu adalah tempat RSUD Siti Fatimah. Pemerintah Provinsi hanya memiliki dua rumah sakit yaitu rumah sakit jiwa dan rumah sakit paru. Resminya RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel mendapatkan izin operasional tepatnya pada tanggal 23 Juni 2018 sehingga kita baru berusia genap 2 tahun. Di saat peresmian pertama kali RSUD Siti Fatimah Palembang ditetapkan RS tipe B oleh Kementerian Kesehatan yang dihadiri oleh Ibu Nila yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan,"tandasnya. 

Direktur RSUD Siti Fatimah Palembang juga menceritakan jika pada tahun 2019 munculnya PMK 56 terkait dengan Tipe Kelas Rumah Sakit, hampir ratusan bahkan rumah sakit di seluruh Indonesia berubah kelas secara drastis. "Kita menjadi salah satu yang terkena imbasnya turun menjadi Tipe C karena terkendala kurangnya SDM sehingga kembali naik Tipe B dengan menambah SDM kita kalau untuk sarana prasarana alhamdulillah kita cukup. Di tahun pertama berdiri RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel diwajibkan melakukan akreditasi kemudian kita mendapatkan Akreditasi Paripurna dan inilah menyebabkan RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel bisa memulai operasionalnya," tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan dengan audensi pihak RSUD Siti Fatimah dapat terus terjalin selain silaturahmi juga dapat meningkatkan kerjasama, mengingat saat ini bangsa Indonesia terutama Sumsel dilanda pandemi covid -19. "Semoga silaturahmi ini dapat terus terjalin sehingga kita dapat bekerjasama terutama dalam sarana prasarana kelengkapan peralatan apalagi terkait saat ini kita masih dalam masa pandemi covid-19 untuk bersama-sama menyelamatkan jiwa masyarakat di Sumsel itu menjadi hal yang paling utama," ujarnya.

Masih dikatakan Kapolda Sumsel, pentingnya pengamanan juga harus menjadi perhatian serius agar masyarakat yang membutuhkan perawatan dan pengobatan dapat kita layani dengan baik serta keamanan di lingkungan rumah sakit pun dapat tercipta. "Tentu saja hal ini harus kita komunikasikan dan koordinasikan agar semuanya dapat berjalan optimal sehingga apa yang kita wujudkan dan ingin kita capai dapat berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya. (Ly)