Jialyka Maharani 4 Besar Calon DPD RI

Jialyka Maharani 4 Besar Calon DPD RI
ist - jialyka maharani

PALEMBANG, MS - Jialyka Maharani, wajah baru di blantikan perpolitikan terutama dalam ruang DPD RI ternyata meski wajah baru mampu masuk dalam empat besar. Putri Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam ini menempati urutan ketiga dengan perolehan suara 337.954 suara. Dengan demikian dirinya pasti 'melenggang' duduk di kursi senator.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menuntaskan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019, Senin (13/5). Dari data DC 1 yang dikeluarkan KPU Sumsel, ada empat nama yang berpeluang besar dilantik sebagai anggota DPD RI periode 2019-2024, karena masuk dalam empat besar perolehan suara tertinggi.

Keempat nama tersebut, yakni Hj Eva Susanti memperoleh 344.143 suara, kemudian Amaliah, S.KG yang memperoleh suara 342.098 suara, lalu Jialyka Maharani dengan 337.954 suara. Selanjutnya Arniza Nilawati, SE MM yang meraih 298.189 suara.

Perolehan suara keempat calon DPD ini melampaui calon DPD incumbent, Abdul Aziz yang memperoleh 202.782, Hj Asmawati yang memperoleh 233.596 suara, Siska Marleni yang memperoleh 112.701 suara.

Sebelumnya, calon anggota DPD RI no urut 45 Muhammad Aminuddin memilih walk out (WO) dari ruang rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara perolehan Pemilu 2019 KPU Sumsel, Minggu (12/5).

Ia menuding banyak kecurangan pemilu secara sistematis, terutama penggelembungan suara di banyak PPK di Sumsel, yang tidak ditindaklanjuti oleh KPU Sumsel.“Berapa kali kita masukkan saran dan protes, termasuk meminta untuk membuka form C1 dan DA 1 untuk transparansi, tetap saja tidak digubris, jadi untuk apa kita di ruangan, lebih baik kita walk out,” tukas Aminuddin.

Menurutnya, praktek penggelembungan suara berada di tingkat PPK, sementara di tingkat TPS hasilnya murni pilihan rakyat.“Dari TPS ke PPK ini lah terjadi penggelembungan suara. Dampaknya suara saya yang harusnya masuk, jadi tidak masuk,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil penghitungan suara sementara, sudah ada empat calon anggota DPD RI yang terpilih, namun yang tidak masuk akal, ada yang mendapat suara lebih dari 345 ribu, sementara di DKI Jakarta yang bisa menjadi barometer nasional calon DPD yang mendapat suara tertinggi hanya 26 ribu suara atas nama Jimly Assidiqie.

“Jadi Sumsel ini ada apa, kok suaranya bisa mencapai 345 ribu. Ini jelas sudah terjadi penggelembungan suara secara sistematis. Kita akan menempuh jalur hukum terkait masalah ini, ke Bawaslu sudah saya lakukan, nanti menyusul laporan ke MK,” ujarnya.(rel)